Seminar Nasional Teknik Sipil
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi
<p>Seminar Nasional Teknik Sipil Universitas Bojonegoro</p>LPPM Universitas Bojonegoroen-USSeminar Nasional Teknik Sipil3064-1012Optimalisasi Biaya Dan Waktu Pekerjaan Timbunan Tanah Berbasis Aplikasi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Paket CWI 01 ITS Surabaya)
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1555
<p>Proyek pembangunan Paket CWI 01 ITS Surabaya membutuhkan pekerjaan timbunan tanah dalam jumlah besar karena kondisi lahan eksisting berupa rawa. Ketelitian dalam menghitung volume timbunan sangat penting untuk menghindari pembengkakan biaya dan keterlambatan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perhitungan volume secara manual berbasis potongan melintang (<em>cross section</em>) dan perangkat lunak <em>AutoCAD Civil 3D</em>. Data yang digunakan meliputi hasil survei topografi <em>Total Station</em>, gambar rencana, serta dokumen teknis proyek. Hasil analisis menunjukkan volume timbunan sebesar 7.028,34 m³ dengan metode manual dan 7.037,99 m³ dengan Civil 3D, dengan selisih hanya 0,137%. Estimasi durasi pekerjaan adalah 113 hari untuk metode manual dan 114 hari untuk Civil 3D, dengan biaya masing-masing Rp576.935.363 dan Rp583.256.331. Perbedaan hasil keduanya relatif kecil, namun Civil 3D lebih unggul dalam efisiensi pengolahan data.</p>Imelia Putri LestariLila Ayu Ratna WinandaEri Andrian YudiantoSriliani Surbakti
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-11-252025-11-253111310.56071/sintesi.v3i1.1555Analisis Kelayakan Finansial Pada Pembangunan Pusat Perbelanjaan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1556
<p>Salah satu aspek kajian dalam pengambilan keputusan kelayakan suatu proyek adalah melakukan analisis kelayakan finansial. Analisis kelayakan finansial diperlukan untuk mengukur layak atau tidaknya proyek untuk dilaksanakan. Pada analisis kelayakan finansial ini diambil obyek rencana proyek yaitu pembangunan ritel, kantor, dan pusat perbelanjaan pada lahan kosong di kawasan simpang RS Lama Kabupaten Tulungagung. Perhitungan analisis finansial membutuhkan (1) data biaya investasi, estimasi biaya tanah; (2) biaya konstruksi bangunan; (3) biaya investasi; (4) perencanaan pendapatan dan pengeluaran; (5) analisa arus kas; dan (6) produktivitas maksimum. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara dan perhitungan. Sedangkan penilaian kelayakan finansial dilakukan berdasarkan parameter Net Present Value (NPV) dan produktivitas maksimum. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa NPV pusat perbelanjaan mencapai Rp 364.480.927.926, yang mencerminkan potensi keuntungan yang signifikan dari investasi ini. Selain itu, hasil produktivitas maksimum pusat perbelanjaan tercatat sebesar 52%, yang mengindikasikan efisiensi operasional yang tinggi. Dengan demikian, analisis ini memberikan dasar yang kuat untuk mempertimbangkan realisasi proyek, serta kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan nilai aset di kawasan tersebut.</p>Kevin Alexsander DonellyLila Ayu Ratna WinandaI Wayan Mundra
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431142510.56071/sintesi.v3i1.1556STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON DENGAN BIJI SALAK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1557
<p>Seiring dengan peningkatan penggunaan beton, pertambangan untuk material penyusunnya pun semakin meningkat. Oleh karena itu, penggunaan material tambang harus diminimalisir salah satunya dengan cara mengganti dengan limbah. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan penggantian sebagian agregat kasar dengan limbah biji salak yang bertujuan untuk mendapatkan beton ramah lingkungan dengan kualitas yang baik. Kadar biji salak yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4% dan 6%. Pembuatan beton dilakukan dengan berpedoman pada SNI 03 – 2834 – 2000. Hasil pengujian yang dilakukan dengan compression menunjukkan bahwa kuat tekan beton yang diestimasikan pada umur 28 hari untuk variasi 0%, 2%, 4% dan 6% secara berturut-turut yaitu 15,06 Mpa, 12,06 Mpa, 10,24 Mpa dan 9,46 Mpa. Mengindikasikan bahwa terjadi penurunan mutu beton pada setiap penambahan kadar campuran biji salak dimana mutu paling baik diperoleh pada kadar 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biji salak dapat digunakan untuk penggantian agregat kasar namun dengan porsi yang sesuai.</p>Diana Apriliya Fadholy Putri Rasio Hepiyanto Rio Rahma DhanaDwi Kartikasari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431253110.56071/sintesi.v3i1.1557Perbandiangan Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Dengan Metode MDPJ 2017 dan Metode MDPJ 22024
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1558
<p>Jalan Brigjend Wiyono dan jalan Mranti – Bulus sudah mengalami kerusakan pada badan jalan yang disebabkan oleh tingginya aktivitas lalu lintas, sehingga perlu dilakukan perhitungan perencanaan tebal perkerasan lentur supaya mampu menahan beban kendaraan sesuai umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur perkerasan lentur dengan metode MDPJ 2017 dan metode MDPJ 2024, mengetahui RAB konstruksi pekerjaan, dan mengetahui perbedaan dari segi tebal struktur perkerasan lentur dan segi biaya dari kedua metode. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang meliputi data survey LHR, data CBR, dan dimensi jalan. Data sekunder yaitu Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Purworejo. Hasil dari penelitian ini untuk perkerasan lentur pada ruas jalan Brigjend Wiyono dengan metode MDPJ 2017 yaitu AC – WC tebal 4 cm, AC – BC tebal 6 cm, dan LFA kelas A tebal 40 cm dengan biaya Rp 1.901.229.000,00, sedangkan metode MDPJ 2024 yaitu AC – WC tebal 5 cm, LFA kelas A tebal 22 cm, dan LFA kelas B tebal 15 cm dengan biaya Rp 1.311.857.000,00, sehingga selisih biayanya Rp 589.372.000,00 dengan panjang rencana penanganan adalah 1050 m dan lebar 3 m. Pada ruas jalan Mranti – Bulus dengan metode MDPJ 2017 yaitu AC – WC tebal 4 cm, AC – BC tebal 6 cm, LFA kelas A tebal 40 cm, dan timbunan pilihan tebal 15 cm dengan biaya Rp 1.962.966.000,00, sedangkan metode MDPJ 2024 yaitu AC – WC tebal 5 cm, LFA kelas A tebal 22 cm, LFA kelas B tebal 15 cm, dan timbunan pilihan tebal 20 cm dengan biaya Rp 1.456.320.000,00, sehingga selisih biayanya Rp 506.646.000,00 dengan panjang rencana penanganan adalah 1000 m dan lebar 3 m. Hasil dari perhitungan tebal perkerasan lentur dan biayanya mendapat kesimpulan bahwa metode MDPJ 2024 lebih efisien dan ekonomis daripada metode MDPJ 2017.</p>Farros Naji MuhanaAgung NusantoroEksi Widyananto
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431324010.56071/sintesi.v3i1.1558Optimalisasi Penjadwalan Menggunakan Ranked Positional Weight Method
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1559
<p>Pada pekerjaan proyek diperlukan Optimalisasi Durasi agar proyek dapat selesai dengan hasil yang terbaik, dengan memperhatikan batasan-batasan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengurutkan pekerjaan sesuai bobot yang ditentukan dalam pelaksanaan proyek dengan menggunakan metode <em>Ranked Positional Weight Method</em> (RPWM). Dalam penjadwalan proyek dengan metode <em>Ranked Positional Weight Method</em> (RPWM), proses alokasi dan pengaturan sumber daya dilakukan berdasarkan bobot posisi dari setiap aktivitas pekerjaan, dengan mempertimbangkan nilai total float untuk menentukan pekerjaan kritis. Tujuan menggunakan metode <em>Ranked Positional Weight Method</em> (RPWM) adalah untuk mencari bobot pekerjaan tertinggi dan mengurutkan pekerjaan dari bobot tertinggi ke terendah. Dari hasil analisis penjadwalan ulang menggunakan metode <em>Ranked Positional Weight Method</em> (RPWM) dengan bantuan program Microsoft Project, didapatkan durasi 464 hari, dan didapatkan ranking teratas 45 dari 92 pekerjaan. Sedangkan pekerjaan yang memiliki bobot tertinggi pada ranking pertama adalah Pekerjaan pembesian bore pile</p>Fadhil FadhlurrahmanLila Ayu Ratna Winanda Hadi Surya Wibawanto SunarwadiMaranatha Wijayanigtyas
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431415010.56071/sintesi.v3i1.1559Analisis Keterlambatan Dan Percepatan Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) Dengan Microsoft Project
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1560
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan dan percepatan proyek konstruksi menggunakan metode <em>Critical Path Method</em> (CPM) yang didukung perangkat lunak <em>Microsoft Project</em>. Studi dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Majelis Ta’lim JAMURO Sragen yang mengalami keterlambatan pada beberapa pekerjaan utama. CPM digunakan untuk mengidentifikasi jalur kritis proyek dan durasi pekerjaan, sedangkan <em>Microsoft Project</em> digunakan untuk melakukan penjadwalan ulang serta penerapan teknik percepatan <em>Fast Tracking</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek awal selama 135 hari dapat dikurangi menjadi 132 hari melalui optimalisasi aktivitas kritis yang dapat dijalankan secara paralel. Efisiensi waktu juga terlihat signifikan pada pekerjaan struktur utama, yang dipercepat dari 90 hari menjadi 83 hari tanpa perubahan biaya (Rp 529.053.711,28). Dengan percepatan tersebut, diperoleh efisiensi waktu sebesar 7,78% dan peningkatan produktivitas biaya harian sebesar 7,76%. Penggunaan <em>Microsoft Project</em> memungkinkan visualisasi jadwal melalui <em>Gantt Chart</em> dan <em>Network Diagram</em>, serta membantu pemantauan aktivitas dengan lebih akurat. Secara keseluruhan, penerapan metode CPM <em>dan Fast Tracking</em> terbukti efektif meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi kontraktor dalam mengelola proyek lebih efisien dan terstruktur.</p>Adhimas Tirta GunawanBeni SetiyantoDhonna Meylida
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431516110.56071/sintesi.v3i1.1560Analisa Kadar Oksigen Terlarut di Sungai Bengawan Solo Kabupaten Gresik dengan Metode Regresi Polinomial Berbasis Data Citra Satelit Landsat 8
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1561
<p>Kualitas air sungai merupakan indikator penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan<br>keberlanjutan sumber daya air. Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik mengalami tekanan<br>pencemaran yang berdampak pada penurunan kadar oksigen terlarut (DO), parameter utama yang<br>mencerminkan kesehatan perairan. Pemantauan kadar DO secara konvensional memiliki<br>keterbatasan dalam cakupan wilayah dan frekuensi pengambilan data. Penelitian ini bertujuan<br>untuk menganalisis kadar oksigen terlarut di Sungai Bengawan Solo menggunakan metode regresi<br>polinomial berbasis data citra satelit Landsat 8 kanal 4 (red band) sebagai alternatif pemantauan<br>yang efisien dan luas cakupannya. Metode yang digunakan meliputi pengolahan citra satelit<br>dengan koreksi radiometrik dan atmosferik, ekstraksi nilai reflektansi kanal 4, serta pembangunan<br>model regresi polinomial orde tiga untuk memprediksi kadar DO. Data lapangan kadar DO<br>digunakan sebagai data validasi model. Model yang dihasilkan menunjukkan hubungan non-linear<br>yang signifikan antara nilai reflektansi kanal 4 dan kadar DO dengan koefisien determinasi (\(R^2\))<br>sebesar 0,87 dan Root Mean Square Error (RMSE) 0,42 mg/L, menandakan akurasi prediksi yang<br>tinggi. Hasil penelitian ini memberikan gambaran spasial kadar oksigen terlarut yang dapat<br>digunakan untuk mengidentifikasi zona kritis pencemaran dan mendukung pengelolaan kualitas<br>air sungai secara lebih efektif. Ke depan, teknologi penginderaan jauh diharapkan semakin<br>berkembang dan terintegrasi dengan sistem monitoring real-time berbasis GIS, sehingga dapat<br>meningkatkan kemampuan evaluasi dan pengelolaan badan sungai secara berkelanjutan dan<br>responsif terhadap perubahan lingkungan.</p>Elsyabeth Trivosa CasandraDavin NayakaHendrata Wibisana
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431627110.56071/sintesi.v3i1.1561Perencanaan Beach Resort Bintang Tiga Berbasis Arsitektur Bioklimatik di Pantai Surindah, Tuban
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1562
<p>Perancangan Beach Resort Bintang Tiga di kawasan Pantai Surindah, Tuban, merupakan upaya menjawab peningkatan jumlah wisatawan pesisir dan kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang adaptif terhadap lingkungan. Pendekatan Arsitektur Bioklimatik digunakan sebagai strategi utama, dengan mengintegrasikan sistem ventilasi silang alami, pencahayaan alami, serta secondary skin bermotif batik Tuban sebagai elemen shading dan identitas visual. Elemen vegetasi digunakan untuk meningkatkan kenyamanan termal, sementara panel surya dan turbin angin dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan energi konvensional.Aspek lokalitas dihadirkan melalui bentuk atap yang mengadopsi struktur joglo serta penggunaan material alami dan lokal. Seluruh strategi ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan resort yang nyaman, efisien energi, serta kontekstual dengan budaya dan iklim pesisir utara Jawa. Proyek ini diharapkan menjadi representasi nyata dari praktik arsitektur berkelanjutan yang harmonis dengan alam dan budaya sekitar.</p>Muhil Frido Heriyanto Mimin Aminah YusufAfin Ulul Azmi
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431728610.56071/sintesi.v3i1.1562Analisis Aspek Finansial Pada Lahan Yang Tidak Berfungsi DiPabrik Gula Padjarakan Kabupaten Probolinggo
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1563
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Candara',sans-serif;">Perkembangan zaman yang semakin pesat berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat serta pertumbuhan jumlah penduduk. Kondisi tersebut berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan dan permintaan terhadap lahan. Studi kasus dalam Tugas Akhir ini mengambil lokasi pada sebidang lahan milik negara yang saat ini telah berdiri Pabrik Gula Padjarakan, berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan kondisi yang ada, Pemerintah Kabupaten Probolinggo merencanakan pengembangan lahan dan bangunan bekas Pabrik Gula Padjarakan dengan luas lahan sebesar 55.200 m² dan luas bangunan 27.500 m², agar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Untuk menentukan pemanfaatan lahan yang optimal, dilakukan analisis<strong><span style="font-family: 'Candara',sans-serif;"> finansial</span></strong><strong>.</strong> Analisis finansial berfokus pada beberapa tahap yaitu, Biaya Investasi, Pendapatan, Pengeluaran, dan Arus Kas. Hasil analisis finansial menghasilkan beberapa Alternatif yang layak di lanjutkan. Berdasarkan penilaian finansial, alternatif pusat perbelanjaan merupakan pilihan untuk lahan tersebut. Alternatif pusat perbelanjaan memberikan nilai NPV sebesar Rp 805,586,524,476. Dengan demikian, alternatif <strong><span style="font-family: 'Candara',sans-serif;">pusat perbelanjaan memiliki dan dinyatakan layak karena nilai NPV dari alternatif pusat perbelanjaan itu bernilai positif</span></strong>. </span></p>Yudhistira Yudha PrasetyaLila Ayu Ratna WinandaDeviany KartikaMunasih
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-0431879910.56071/sintesi.v3i1.1563Inovasi Campuran Bata Ringan Berbasis Limbah Popok Bayi Dan Fly Ash Sebagai Material Bangunan Ramah Lingkungan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1564
<p>Dalam industri konstruksi modern, inovasi material terus dilakukan untuk menghasilkan bahan bangunan yang ringan, kuat, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Salah satu material yang banyak digunakan adalah bata ringan. Sementara itu, banyaknya limbah popok bayi yang sulit terurai dan limbah <em>fly ash</em> dari pembakaran batu bara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan limbah popok bayi (gel dan tanpa gel) serta <em>fly ash</em> terhadap kuat tekan dan kuat lentur bata ringan <em>Cellular Lightweight Concrete</em> (CLC). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan variasi penambahan limbah popok bayi dan <em>fly ash</em> sebesar 0%, 4%, dan 5%. Pembuatan sampel bata ringan dilakukan dengan mencampurkan semen, pasir, air, <em>foam agent</em>, serta bahan tambahan sesuai <em>mix design</em>. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder, sedangkan uji kuat lentur pada benda uji balok pada umur 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan popok bayi gel 5% dan <em>fly ash</em> 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 5,45 MPa, sedangkan kuat lentur tertinggi pada campuran popok bayi tanpa gel 4% dan <em>fly ash</em> 4% yaitu 2,4 MPa. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah popok bayi dan <em>fly ash</em> dapat dimanfaatkan sebagai material inovasi yang ramah lingkungan.</p>Muhammad Zhafran Rafi HamdanAhmad HidayawanBagas Wahyu Adhi
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-043110011010.56071/sintesi.v3i1.1564Hubungan Biaya Pemeliharaan Jalan dengan Volume Lalu Lintas Harian dan Nilai Kemantapan Jalan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1565
<p>Penelitian ini menganalisis hubungan antara biaya pemeliharaan jalan dengan International Roughness Index (IRI) dan volume lalu lintas harian rata-rata pada ruas jalan Batas Provinsi Jambi-Maur, Sumatera Selatan. Metodologi penelitian mengimplementasikan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi terhadap data sekunder dari 10 segmen jalan sepanjang 38.518 meter. Data yang dianalisis berupa IRI (X1), Lalu Lintas Harian Rata-rata (X2) dan Biaya Pemeliharan (Y). Hasil analisis Y = -1,0338 + 4,5153·X? - 3,4461·X? dengan koefisien determinasi R² = 0,424. Temuan menunjukkan bahwa 42,4% variasi biaya pemeliharaan dapat dijelaskan oleh kombinasi IRI dan volume lalu lintas. Sementara itu 57,6% disebabkan oleh faktor lain di luar model, seperti jenis perkerasan, umur jalan, kondisi lingkungan, frekuensi pemeliharaan, Volume to Capacity Ratio (VCR), dan Surface Distress Index (SDI). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa diperlukan pengembangan lebih lanjut terhadap model yang diperluas. Perbaikan model dapat dikembangkan dengan menambahkan jenis perkerasan, umur jalan, kondisi lingkungan, frekuensi pemeliharaan, volume to capacity ration (VCR), surface disitress Index (SDI).</p>Kimgrace Martha Putri PratiwiDewi HandayaniWidi Hartono
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-042025-12-043111112110.56071/sintesi.v3i1.1565Analisis Studi Perbandingan Biaya dan Waktu Pengerjaan Saluran Drainase Menggunakan Metode Cast in Situ dengan Metode Precast
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1566
<p>Pertumbuhan kota serta pengembangan area lain memberi dampak yang besar pada siklus<br>hidrologi, sehingga memberi pengaruh besar pada sistem saluran drainase. Analisis saluran<br>drainase ialah sesuatu usaha guna mengukur capaian hasil perancangan sistem drainase dalam<br>mengalirkan air hujan ataupun air buangan dari hulu menuju hilir. Sistem drainase di<br>Kabupaten Jepara dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sistem drainase makro (saluran utama) dan<br>sistem drainase mikro (drainase lokal). Drainase utama (makro). Jalan Pemuda Kabupaten<br>merupakan salah satu jalan yang terletak di kawasan Kabupaten jepara. Namun saat musim<br>hujan dengan intensitas tinggi, selalu terjadi genangan air dengan ketinggian berkisar 20-50cm.<br>Akibatnya, dimensi saluran yang ada sudah tidak mencukupi untuk menampung kelebihan air<br>tersebut. Terlebih masih ada masalah sampah yang menganggu laju air di saluran yang ada<br>membuat situasi semakin parah Perencanaan drainase di Jl. Pemuda Kabupaten Jepara setelah<br>dilakukan perhitungan analisa hidrologi dan hidrolika yang dibantu dengan menggunakan<br>perangkat lunak HEC-RAS, didapatkan dimensi saluran yaitu 4,00 x 3,00 m yang dapat<br>menampung debit sebesar 124,02 m3/detik. Biaya yang digunakan untukpekerjaan saluran<br>dranase dengan menggunakan metode cast in situ sebesar Rp. 12,499,662,948.59, sedangkan<br>metode precast sebesar: Rp. 18,328,845,651.43. Waktu yang digunakan untuk pekerjaan<br>saluran dranase dengan menggunakan metode cast in situ sebesar 158 hari, sedangkan<br>metode precast sebesar 114 hari. Selisih dari kedua metode tersebut adalah 44 hari.</p>Maryya UlvaNor HidayatiDecky Rochmanto
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053112213810.56071/sintesi.v3i1.1566Evaluasi Kebutuhan Air Bersih PDAM Kabupaten Lamongan Studi Kasus Unit IKK Turi
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1567
<p>Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting untuk mendukung kesehatan, kehidupan sehari-hari, dan pembangunan berkelanjutan. Di wilayah Kabupaten Lamongan, khususnya Unit IKK Turi, penyediaan air bersih menjadi tantangan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan kawasan permukiman. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kebutuhan air bersih masyarakat serta kemampuan PDAM dalam memenuhi kebutuhan tersebut dalam kurun waktu proyeksi hingga tahun 2034. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang mencakup analisis data jumlah penduduk, perhitungan proyeksi pertumbuhan penduduk dengan metode aritmetika dan geometrik, serta estimasi kebutuhan air bersih berdasarkan konsumsi domestik dan non-domestik. Penelitian juga mempertimbangkan faktor kehilangan air, fluktuasi konsumsi harian, serta beban maksimum yang memengaruhi sistem distribusi.</p> <p>Hasil Proyeksi kebutuhan air bersih di wilayah kerja PDAM Kabupaten Lamongan Unit IKK Turi terus meningkat dari tahun 2025 hingga 2034, seiring pertumbuhan penduduk dari 54.633 jiwa (2025) menjadi 58.695 jiwa (2034). Dengan asumsi tingkat pelayanan 80%, jumlah pelanggan juga meningkat. Kebutuhan air domestik (80–85 liter/orang/hari) naik dari 349.656 liter/hari (2025) menjadi 399.126 liter/hari (2034), ditambah kebutuhan non-domestik sekitar 5%. Total kebutuhan air bersih pada tahun 2034 mencapai 6,37 liter/detik. Hasil evaluasi menunjukkan keterbatasan infrastruktur dalam memenuhi proyeksi kebutuhan tersebut. Kapasitas reservoir eksisting hanya 150 m³, jauh di bawah kapasitas ideal minimal 110,074 liter (20% dari kebutuhan harian maksimum). Selain itu, kehilangan air sebesar 20% melebihi standar ideal WHO (15%), disebabkan oleh kebocoran jaringan, sambungan ilegal, dan inefisiensi distribusi. Permasalahan lain meliputi ketidakseimbangan tekanan dan jangkauan layanan yang belum merata.</p>Muhammad Riszaldi SantosaAgus SetiawanIntan Mayasari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053113915010.56071/sintesi.v3i1.1567Analisis Waktu Operasional Tower Crane terhadap Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat Tinggi
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1568
<p>Penggunaan Tower Crane dalam proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi sering kali mengalami masalah terkait efisiensi waktu dan biaya. Siklus kerja Tower Crane yang tidak optimal sering kali menjadi sumber keterlambatan dan pembengkakan biaya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan Tower Crane yang berlokasi pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Bersama (GKB) V Universitas Muhammadiyah Malang dengan fokus pada penempatan posisi, titik <em>dropzone</em>, dan radius area kerja. Dengan menerapkan pendekatan optimasi Genetika Algoritma, penelitian ini melakukan analisis kuantitatif terhadap data waktu total operasional membandingkan kondisi sebelum dan sesudah optimasi untuk mengonfirmasi efektivitas dalam manajemen proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu siklus kerja Tower Crane berkurang sebesar 6,40%, dari total waktu kerja 1.058,48 jam menjadi 990,70 jam.</p> <p> </p>Akbar Fitra JauhariLila Ayu Ratna WinandaDeviany KartikaVega Aditama
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053115116510.56071/sintesi.v3i1.1568Integrasi Technopreneurship pada Rumusan Program Adaptif untuk Resiliensi Sumberdaya Air dan Lahan pada Kawasan Jatim Selatan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1569
<p>Jawa Timur bagian selatan menghadapi kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi dan geologis akibat topografi kompleks, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim. Program ini bertujuan meningkatkan resiliensi sumber daya air dan lahan melalui rehabilitasi infrastruktur kritis, penerapan teknologi pemantauan, restorasi daerah aliran sungai, serta kebijakan zonasi berbasis risiko. Kerangka <em>Theory of Change</em> menghubungkan intervensi teknis dengan peningkatan kapasitas adaptif, tata kelola berbasis data, dan penguatan ekonomi lokal melalui <em>technopreneurship</em>. Hasil yang diharapkan adalah penurunan risiko kerusakan infrastruktur, peningkatan keandalan pasokan air, pengelolaan lahan berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi hijau berbasis teknologi di wilayah rawan bencana.</p>Widyo NugrohoF. Nasruddin
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053116618510.56071/sintesi.v3i1.1569Perencanaan Jembatan Struktur Baja Tipe K-Truss dengan Bentang 40 m di Desa Boyolali Kecamatan Gajah Kabupaten Demak
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1570
<p>Jembatan merupakan infrastruktur vital yang menunjang kelancaran arus lalu lintas dan konektivitas antarwilayah. Jembatan di Desa Boyolali, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, telah mengalami penurunan kinerja akibat kerusakan struktur dan ketidakmampuan menampung volume lalu lintas yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan merencanakan jembatan baru dengan struktur rangka baja tipe K-Truss sepanjang 40 m dan lebar total 11 m, sesuai standar SNI 1725:2016 dengan metode Load Resistance Factor Design (LRFD). Data diperoleh melalui survei lalu lintas, pengumpulan data geometri, dan analisis perhitungan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil desain menunjukkan bahwa gelagar memanjang menggunakan profil IWF 600×300×12×20, gelagar melintang IWF 900×300×18×34, rangka utama IWF 400×400×30×50, serta ikatan angin 2L 200×200×20. Abutment direncanakan dari beton bertulang mutu fc? 35 MPa, pondasi tiang pancang berdiameter 30 cm sebanyak 8 buah dengan kapasitas kelompok 1.240,094 ton, dan bantalan elastomer 500×500×87 mm. Lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 14.967 kendaraan/hari dengan volume puncak 3.005 kendaraan/jam (1.127,5 smp/jam). Desain memenuhi persyaratan kekuatan, stabilitas, dan keamanan struktur, sehingga layak diimplementasikan untuk mendukung konektivitas wilayah.</p> <p> </p>Salsabella Cantika Rahma P.P.Z
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053118619210.56071/sintesi.v3i1.1570Analisis Risiko Pengadaan Material pada Proyek Rumah Mewah Menggunakan Metode Probability Impact Matrix
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1571
<p>Manajemen risiko merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko agar tujuan proyek tercapai. Obyek penelitian pada studi ini adalah rumah mewah di Kawasan Bandung yang mengalami keterlambatan proyek. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko utama keterlambatan pengadaan material dan menyusun langkah mitigasinya menggunakan metode Probability Impact Matrix. Identifikasi risiko dilakukan melalui survei, wawancara, dan kuesioner kepada tenaga ahli di proyek rumah mewah Bandung. Hasil penelitian ini terdapat 17 faktor tertinggi adalah bencana cuaca, bencana alam, keterlambatan supplier, fluktuasi harga, kesalahan perencanaan pengadaan, kualitas material, kendala administrasi, perubahan jadwal, akses lokasi sulit, serta estimasi biaya dan waktu yang tidak akurat. Cara upaya pencegahan, seperti penggunaan data cuaca, kontrak bersanksi, harga tetap, tim QC, digitalisasi dokumen, komunikasi intensif, perhitungan kebutuhan akurat, dan pemantauan progres rutin. Penelitian ini bermanfaat bagi para pelaku jasa konstruksi, kontraktor dan akademisi.</p>Marciano Dwiki PutraYunita Dian Suwandari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053119320510.56071/sintesi.v3i1.1571Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pekerjaan Bekisting Metode Bekisting Konvesional dengan Bekisting Aluminium
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1572
<p>Bekisting alat yang diterapkan dalam membentuk beton sesuai dimensi yang diinginkan, memegang peranan penting dalam konstruksi. Perencanaan yang tepat baik dari segi jadwal proyek maupun anggaran merupakan komponen utama manajemen konstruksi. Keberhasilan proyek biasanya diukur dari ketepatan waktu pelaksanaan dan efektivitas biaya. Salah satu komponen penting dalam konstruksi adalah bekisting, yang berfungsi sebagai cetakan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan struktur atas meliputi kolom, balok dan pelat lantai pada lantai satu sampai dengan tiga menggunakan metode bekisting konvensional dengan metode bekisting aluminium pada Proyek Pembangunan Gedung SD Negeri Joglo Surakarta. Data yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu gambar kerja, data aktual lapangan berupa jumlah tenaga kerja, volume pekerjaan yang diselesaikan, dan durasi pemasangan bekisting, serta harga satuan upah dan bahan Kota Surakarta Tahun 2024. Berdasarkan hasil analisis perbandingan biaya antara pekerjaan metode bekisting konvensional dengan metode bekisting aluminium pada pekerjaan kolom, balok dan pelat lantai Proyek Pembangunan Gedung SD Negeri Joglo Surakarta diperoleh biaya bekisting konvensional sebesar Rp.720.367.00,00 dan pekerjaan bekisting aluminium sebesar Rp. 1.396.652.000,00. Dapat disimpulkan bahwa bekisting konvensional lebih murah dibandingkan dengan bekisting aluminium dengan selisih harga Rp. 676.285.000,00 Sedangkan, pada hasil analisis perbandingan waktu pekerjaan bekisting konvensional diselesaikan dalam waktu 127 hari, sedangkan bekisting aluminium diselesaikan dalam waktu 73 hari. Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan bekisting aluminium lebih cepat dibandingan dengan bekisting konvensional dengan selisih durasi pekerjaan 59 hari, Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.</p>Christian Ivan PradiptaSatria Agung WibawaAnnisa Azhar FirdausiHendramawat Aski Safarizki
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053120621510.56071/sintesi.v3i1.1572Penerapan Fuzzy Logic Dalam Analisis Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Pembangunan Hotel Garuda Nusantara Malang
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1573
<p>Keterlambatan proyek konstruksi merupakan persoalan yang kompleks karena tidak hanya berdampak pada jadwal pelaksanaan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi finansial serta memengaruhi kualitas hasil pekerjaan. Penelitian ini berfokus pada upaya mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan proyek pembangunan Hotel Garuda Nusantara Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Fuzzy Logic, karena mampu mengakomodasi ketidakpastian serta subjektivitas dalam data lapangan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan kuesioner yang disampaikan kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan sistem fuzzy dengan bantuan perangkat lunak MATLAB R2023b untuk menentukan tingkat pengaruh masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan dengan kategori faktor biaya adalah sedang (6), kategori faktor material adalah sedang (7), serta kategori faktor pekerja adalah rendah (3), kategori faktor persetujuan owner adalah sedang (7), kategori faktor desain adalah sedang (7), kategori faktor manajemen adalah rendah (3), kategori faktor eksternal adalah rendah (4), maka menyebabkan pelaksanaan proyek yang ditinjau mengalami cukup terlambat (5).</p>Riyan Maulana PutraLila Ayu Ratna WinandaVega AditamaAnnur Ma’ruf
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053121622310.56071/sintesi.v3i1.1573Pendekatan Teknis Beberapa Alternatif Penanganan Stabilitas Lereng dan Timbunan Oprit Jembatan Akibat Keterbatasan Lahan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1574
<p>Penanganan stabilitas timbunan dan lereng pada oprit jembatan sering kali menghadapi tantangan besar, khususnya ketika kondisi lapangan memiliki keterbatasan lahan. Keterbatasan lahan ini menyebabkan geometri timbunan tidak dapat dibuat dengan kemiringan lereng yang landai sebagaimana desain konvensional. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diperlukan beberapa alternatif penanganan konstruksi yang mampu menekan kebutuhan lahan, sekaligus tetap menjamin faktor keamanan struktur. Metode Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan dan dianalisis data primer serta sekunder dari parameter dan variabel yang diteliti untuk memperoleh Kesimpulan. Hasil dari berbagai alternatif penanganan antara lain dengan menggunakan penanganan Replacement 2 meter + 3.5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 8,7 cm dan penurunan 10 tahun adalah 10,7 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 2,085 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 2,027. Penanganan dengan PVD Int. 1 meter + PHD + 3.5 meter Selected Material + Retaining Wall + 4 Lapis Geotextile PP 50 + Preloading 2 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 9.0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 11,1 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,908 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,947. Penanganan dengan Slab On Pile dengan Bore Pile D800 Int. Melintang 5 meter, Int. Memanjang 3 meter di dapatkan penurunan 1 tahun Adalah 1.0 cm dan penurunan 10 tahun adalah 1,30 cm. factor keamanan pada tahapan 1 tahun Adalah 1,545 dan pada tahapan 10 tahun Adalah 1,547.</p>Bagas Wahyu AdhiHendramawat Aski SafarizkiYayan Adi SaputroDewi Indriyana
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053122423210.56071/sintesi.v3i1.1574Analisis Perbandingan Bekisting Metal Deck dan Perencanaan Ulang Bekisting Konvensional pada Pelat Lantai dan Pelat Atap Gedung IGD RSUD Sidoarjo Barat Tinjauan Efisiensi Biaya dan Waktu
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1575
<p>Salah satu kendala umum dalam pekerjaan pelat lantai adalah tingginya biaya serta lamanya durasi pelaksanaan akibat penggunaan metode bekisting yang kurang optimal. Pemilihan jenis bekisting yang tepat berperan penting dalam meningkatkan efisiensi proyek, terutama dari segi biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi sistem bekisting metal deck (bondek) dengan sistem bekisting konvensional pada pekerjaan pelat lantai di proyek pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidoarjo Barat. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, melalui pengumpulan data Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan analisis durasi pekerjaan menggunakan perangkat lunak <em>Microsoft Project</em> untuk menyusun jadwal serta mengevaluasi perbedaan kedua metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode bondek membutuhkan biaya sebesar Rp 262.677.047,00 dengan waktu pelaksanaan 17 hari, sedangkan metode konvensional memerlukan biaya Rp 326.864.280,00 dengan durasi 49 hari. Perbandingan ini menunjukkan bahwa penggunaan bondek dapat menghemat biaya sebesar 19,6% dan mempercepat waktu pelaksanaan hingga 65,3%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem bondek dinilai lebih efisien dan layak diterapkan pada proyek konstruksi yang memerlukan percepatan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas struktur.</p>Muhammad Anang Firdausy
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053123323910.56071/sintesi.v3i1.1575Penggunaan Variasi Bahan Pengisi Dan Viscocrete Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton Porous
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1576
<p>Beton Porous merupakan jenis beton khusus dengan pori-pori yang dapat dilewati air sehingga dapat mengalirkan air kedalam tanah. Beton porous dengan tambahan bahan pengisi dapat digunakan untuk meningkatkan kuat tekan beton porous. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abu batu dan pasir digunakan sebagai bahan pengisi <em> </em>pada beton porous dengan rasio penambahan 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, dari berat semen, faktor air semen 0,3 dan viscocrete 0,4% dari berat semen. Perbandingan berat semen dan agregat kasar yang digunakan 1:3 dengan agregat kasar batuan Clereng berasal dari pemecah batu ukuran lolos ayakan 19 mm tertahan 12,5 mm, 12,5 mm tertahan 9,5 mm, dan 9,5 mm tertahan 4,75 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi kuat tekan, permeabilitas, dan porositas. Pemeriksaan karakteristik agregat menunjukkan berat jenis rata-rata SSD agregat sebesar 2,66. Pemeriksaan keausan agregat rata-rata sebesar 17,56%. Hasil pengujian beton porous didapatkan variasi dengan hasil pengujian optimum. Hasil pengujian optimum didapatkan pada variasi penambahan bahan pengisi abu batu 40% dengan kuat tekan sebesar 21,75 MPa, permeabilitas sebesar 1,03 cm/detik dan porositas sebesar 12,83%. Hasil pengujian optimum untuk variasi penambahan bahan pengisi pasir didapatkan pada penambahan pasir 50% dengan kuat tekan sebesar 23,33 MPa, permeabilitas sebesar 0,92 cm/detik dan porositas sebesar 12,45%. Kuat tekan beton porous meningkat seiring dengan penambahan bahan pengisi, akan tetapi permeabilitas dan porositasnya menurun seiring dengan penambahan bahan pengisi</p>FikriAgung SetiawanEksi Widyananto
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053124024910.56071/sintesi.v3i1.1576Analisis Pengaruh Nilai Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Bahan Tambah Limbah Bata Ringan Sebagai Campuran Agregat Halus
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1577
<p>Peningkatan pembangunan berakibat pada tingginya permintaan agregat alami yang berpotensi mengganggu kestabilan alam apabila penambangan agregat alam dilakukan secara berlebihan. Proses daur ulang limbah hasil konstruksi dapat dijadikan alternatif dalam mengatasi persoalan tersebut, terlebuh limbah konstruksi semakin meningkan setiap tahun. Limbah bata ringan memiliki potensi untuk didaur ulang kembali menjadi beton karena bahan penyusun dari kedua material tersebut hampir mirip. Pada penelitian ini dilakukan peninjauan kuat tekan beton dengan penggantian sebagian agregat halus dengan serbuk limbah bata ringan. Kadar yang ditentukan yaitu 0% (Normal), 10%, 20% dan 30% dengan benda uji berbentuk silinder. Hasil yang diperoleh secara berturut-turut untuk masing-masing variasi adalah 254.40 kg/cm2, 159.01 kg/cm2, 132.24 kg/cm2 dan 129.99 kg/cm2. Mengindikasikan bahwa penambahan limbah berpengaruh terhadap penurunan kuat tekan beton. Sementara itu, diperoleh kadar campuran paling optimal yaitu pada variasi 10%.</p>Millenianda Yofan AdityaSugeng Dwi HartantyoRomadhonDwi Kartikasari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053125025610.56071/sintesi.v3i1.1577Analisa Saluran Drainase Dalam Mengatasi Genangan Banjir di Jalan Kiinameng Lamongan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1578
<p>Permasalahan genangan dan banjir sering terjadi di kawasan Jalan Kinameng Lamongan,pada jalan kinameng ini memiliki luas 415 m yang merupakan daerah permukiman dan pusat kegiatan ekonomi. Salah satu penyebab utamanya adalah kapasitas saluran drainase yang tidak memadai dan kurang optimal akibat pendangkalan saluran oleh sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian distribusi curah hujan, menghitung intensitas dan debit banjir rencana, serta mengevaluasi kemampuan saluran drainase eksisting dalam menampung debit banjir tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan meliputi data primer (pengukuran langsung di lapangan) dan data sekunder (curah hujan dan data teknis lainnya dari instansi terkait). Analisis curah hujan dilakukan menggunakan empat metode distribusi: Log Pearson Tipe III, Gumbel, Log Normal, dan Normal.data yang paling aktual adalah metode log person type III. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode rasional, sedangkan kapasitas saluran dianalisis melalui pendekatan hidrolika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana pada periode ulang 10 tahun sebesar 0,00045 m³/detik, sementara kapasitas saluran eksisting hanya mampu menampung 0,49 m³/detik. hal ini menunjukan bahwa secara hidrolika,dimensi dan kondisi saluran saat ini masih mampu menglirkan debit banjir tanpa menyebabkan luapan atau genangan asalkan saluran dalam kondisi bersih, bebas dari sumbatan dan curah hujan tidak begitu tinggi</p>Irgi Mochamad Fachrur RoziDwi KartikasariPrima Eko Agustyawan
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053125727410.56071/sintesi.v3i1.1578Analisa Penjadwalan Pada Pembangunan Tugu Alun-alun Kota Mojokerto Menggunakan Metode PERT
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1579
<p>Kota Mojokerto merupakan salah satu wilayah yang mengangkat tema kerajaan majapahit, salah satu implementasinya adalah merenovasi tugu alun-alun yang lama menjadikan tema majapahitan. Namun dalam pelaksanaannya proyek ini menghadapi sedikit kemunduran yang berdampak pada peningkatan durasi serta biaya pelaksanaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan metode perencanaan yang tepat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) yang mengandalkan estimasi probabilistik melalui tiga taksiran waktu. Metode ini mampu membantu merumuskan estimasi durasi yang lebih akurat dan adaptif terhadap ketidakpastian. Berdasarkan hasil analisis durasi pelaksanaan proyek berdasarkan metode PERT adalah 112 hari dengan tingkat probabilitas keberhasilan sebesar 65%.Temuan ini menunjukkan bahwa metode PERT efektif dalam meminimalkan keterlambatan dan meningkatkan efisiensi perencanaan waktu proyek konstruksi.</p>Ricky Dwi Purwo NgestiajiLila Ayu Ratna WinandaVega Aditama
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053127528410.56071/sintesi.v3i1.1579Analisis Kehilangan Gaya Prategang Girder Pada Jematan Lusah Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1580
<p>Jalan raya perlu dibangun untuk mendukung mobilitas ekonomi dan sosial. Salah satunya pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo. Dalam proyek ini dibangun beberapa jembatan melewati sungai atau jurang yang ada. Jembatan yang dibangun dalam proyek ini menggunakan balok prategang yang didalamnya diberi kabel baja sebagai upaya menaikan kuat tarik beton. Balok mengalami kehilangan gaya prategang sehingga perlu dihitung apakah kehilangan gaya prategang yang dialami masih dalam kondisi yang diizinkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar kehilangan prategang suatu beton girder. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif yaitu melakukan perhitungan dari data yang didapatkan. Sumber data untuk pengerjaan tugas akhir ini berasal dari pihak perusahaan PT Adhi Karya Persero Tbk. Kehilangan prategang jangka pendek terditi dari perpendekan elastis beton, gesekan sepanjang tendon dan slip angkur. Kehilangan gaya prategang jangka panjang terdiri dari rangkak pada beton, susut pada beton dan relaksasi tendon. Hasil penelitian didapatkan tegangan awal sebesar 1433,121 MPa dan kehilangan prategang direncanakan 30%. Kehilangan gaya prategang jangka pendek akibat gesekan sepanjang tendon 30,806 MPa. Akibat slip angkur 29,250 MPa, akibat perpendekan elastisitas beton 70,207 MPa. Persentase kehilangan gaya prategang jangka pendek sebesar 9,098%. Kehilangan gaya prategang jangka panjang akibat rangkak pada beton yang mengalami kehilangan gaya prategang 162,596 MPa. Akibat susut pada beton 30,179 MPa, akibat relaksasi tendon 82,640 MPa, persentase kehilangan gaya prategang jangka panjang adalah 19,218%. Nilai kehilangan gaya prategang total sebesar 407,678 MPa atau 28,307% dari tegangan awal. Peresentase tersebut masih dalam batas aman karena di bawah nilai persenase kehilangan gaya prategang yang direncanakan.</p>Candra Kuncoro Jati Agung NusantoroEksi Widyanato
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053128529810.56071/sintesi.v3i1.1580Pengaruh Pemanfaatan Limbah Las Karbit Sebagai Substitusi Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Paving Block
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1581
<p>Limbah las karbit mengandung unsur kimia yang serupa dengan semen, seperti kalsium oksida (CaO) dan silika (SiO?), sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian semen dalam pembuatan <em>paving block</em>. Namun demikian, limbah ini sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal dan justru berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah las karbit sebagai substitusi sebagian semen dalam pembuatan <em>paving block</em>. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen yang mengacu pada SNl 03-0691-1996 dengan variasi campuran limbah las karbit sebesar 0%, 8%, 12%, dan 16% sebagai substitusi sebagian semen, menggunakan perbandingan komposisi 1 PC: 4 PS. Pengujian dilakukan pada usia 7 dan 14. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa <em>paving block</em> dengan campuran limbah las karbit menunjukkan sifat tampak, daya serap air, dan kuat tekan yang lebih baik dibandingkan <em>paving block</em> normal. Secara visual, tampilannya lebih padat dan halus. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi 16%, yaitu 26,0 MPa (7 hari) dan 26,3 MPa (14 hari), jauh lebih tinggi dibandingkan <em>paving block</em> normal yang hanya mencapai sekitar 16,3 MPa. Daya serap air juga lebih rendah, terutama pada variasi 8% yaitu 0,030% (7 hari) dan 0,033% (14 hari). Secara keseluruhan, limbah las karbit mampu meningkatkan kekuatan, daya serap air, dan mutu visual <em>paving block</em>. Dari hasil penelitian tersebut, terbukti bahwa pemanfaatan limbah las karbit sebagai substitusi sebagian semen merupakan alternatif yang ramah lingkungan.</p>Tio Yanuar WidodoHendramawat Aski Safarizki
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-12-052025-12-053129931210.56071/sintesi.v3i1.1581Analasis Perbandingan Perhitungan Volume Dan Biaya Menggunakan Software Autodesk Revit (Studi Kasus : Pembangunan Rumah Cluster 2 Lantai)
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1582
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan perhitungan volume dan biaya struktur antara metode konvensional dan metode digital berbasis Building Information Modeling (BIM) menggunakan Autodesk Revit pada proyek pembangunan rumah cluster dua lantai di Perumahan Fahira House, Ciracas, Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data diperoleh dari gambar kerja, observasi lapangan, serta pemodelan BIM menggunakan Revit 2025. Perhitungan manual dilakukan menggunakan Microsoft Excel, kemudian dibandingkan dengan hasil dari Revit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume beton pada metode konvensional lebih besar sebesar 3,82% dan volume tulangan lebih tinggi sebesar 4,76% dibandingkan hasil BIM. Selisih tersebut disebabkan oleh adanya asumsi material waste sebesar 5–10% dalam metode manual, sedangkan BIM menghitung secara presisi berdasarkan model tiga dimensi tanpa asumsi tambahan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku konstruksi, pemangku kepentingan, serta akademisi dalam mendorong digitalisasi proses konstruksi.</p>Syahwa AuliaYunita Dian Suwandari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-11-252025-11-253131332210.56071/sintesi.v3i1.1582Analisis Optimalisasi Penjadwalan Proyek dengan Software Primavera P6 dan Microsoft Project Planner
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1632
<p>Perencanaan dan penjadwalan proyek konstruksi yang efektif sangat penting untuk mencapai efisiensi waktu dan biaya. Namun, masih banyak pelaksana proyek yang menggunakan metode manual seperti Microsoft Excel, yang kurang optimal dalam mengelola waktu, biaya, dan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penjadwalan proyek konstruksi menggunakan perangkat lunak Primavera P6 dan Microsoft Project Planner. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan studi kasus pada proyek pembangunan Perumahan Setata Residence Begajah, Sukoharjo oleh PT. Indoslamet Join Propertindo. Penjadwalan proyek dilakukan secara manual dan dibandingkan dengan penjadwalan ulang menggunakan dua perangkat lunak tersebut. Evaluasi difokuskan pada durasi pelaksanaan, efisiensi biaya, dan penggunaan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek secara manual adalah 132 hari kerja, sementara dengan Primavera P6 menjadi 114 hari dan dengan Microsoft Project Planner menjadi 115 hari. Dari sisi biaya, Primavera P6 menghasilkan total biaya Rp102.530.680, sedangkan Microsoft Project Planner Rp105.131.330, lebih rendah dibandingkan RAB awal sebesar Rp132.045.600. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan perangkat lunak penjadwalan dapat meningkatkan efisiensi proyek secara signifikan dibandingkan metode manual</p>Afrigh Alaina ShobronAndri KurniawanBeni Setiyanto
Copyright (c) 2026 Seminar Nasional Teknik Sipil
2025-11-302025-11-303132333110.56071/sintesi.v3i1.1632Analisis Pengaruh Sedimentasi Terhadap Kinerja Saluran Kali Avor Desa Ngdiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1689
<p>Saluran Kali Avour yang terletak di Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, mengalami potensi penurunan kapasitas akibat sedimentasi dari limpasan permukaan yang membawa material erosi dari daerah aliran sungai (DAS) sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar laju sedimentasi yang terjadi serta dampaknya terhadap penurunan kapasitas saluran, dengan menggunakan pendekatan metode <em>Modified Universal Soil Loss Equation</em> (MUSLE). Hasil pada analisis ini menunjukkan bahwa laju sedimentasi pada saluran Kali Avour adalah 5,26 ton untuk setiap kejadian hujan signifikan. Dengan asumsi terdapat 9 kejadian hujan besar dalam satu tahun, total erosi yang terjadi mencapai 47,34 ton per tahun. Nilai ini diperoleh dari kombinasi faktor erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan pada lereng (LS), faktor pada penutup lahan (C), tindakan konservasi (P), serta pengaruh debit puncak dan volume limpasan dari curah hujan rancangan. Tingkat pengendapan sedimen dasar (bed load) ditaksir sebesar 10% dari total sediment yield, yaitu 1,62 ton per tahun. Total sediment yield tahunan yang masuk ke saluran adalah 21,33 ton atau setara 16,38 m³, yang merupakan hasil akumulasi dari sembilan kejadian hujan besar dalam setahun. Dampak dari sedimentasi ini terhadap kapasitas saluran Kali Avour cukup nyata. Jika dibandingkan dengan kapasitas saluran yang mencapai 8.670 m³, terjadi penurunan pada kinerja saluran sebesar 0,189% per tahun. Penurunan ini akan semakin berpengaruh jika terjadi akumulasi selama beberapa tahun tanpa tindakan pengendalian atau normalisasi saluran. Hasil penelitian menegaskan bahwa pengelolaan sedimentasi pada skala mikro-DAS seperti di Kali Avour sangat penting untuk mempertahankan efisiensi hidraulik saluran, mencegah penurunan kapasitas, dan menghindari gangguan aliran di masa mendatang</p>SuparmanMrabawani Insan RendraYulia IndrianiMuhammad Java Bagaskara
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131323343Efisiensi Saluran Irigasi Desa Bangilan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1690
<p>Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Kegiatan pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi sebagian besar penduduk di Desa Bangilan. Keberlanjutan serta keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang cukup dan pengelolaan sumber daya air yang efisien. Salah satu komponen utama untuk mendukung ketahanan pangan ialah sistem irigasi yang berfungsi untuk mendistribusikan air ke lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi saluran irigasi di wilayah tersebut, khususnya pada saluran sekunder Pirang Kiri hingga saluran tersier Desa Bangilan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui observasi lapangan dan analisis data sekunder dari UPT PSDA Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat kehilangan air pada beberapa titik pengambilan, dengan kehilangan tertinggi mencapai 100% pada titik BP.Ki 4 Kiri hingga BP.Ki 5 Kiri. Efisiensi saluran irigasi secara keseluruhan dihitung sebesar 35,17%, hal ini jauh di bawah standar efisiensi irigasi nasional sebesar 65%. Hal tersebut mengindikasikan perlunya perbaikan dan peningkatan pengelolaan sistem irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal dan merata.</p>Alvian Nur RohmatMushthofaHerta NoviantoArkha Kharisma Sholekhah
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131344352Analisis Faktor Kinerja Sistem Distribusi Air Bersih Hippam Desa Tambakrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1691
<p>Air merupakan elemen fundamental yang sangat diperlukan oleh manusia, hewan, maupun tumbuhan untuk menunjang keberlangsungan hidup, sehingga penyediaan air bersih memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pemenuhan kebutuhan air bersih, keberadaan jaringan distribusi menjadi sangat vital karena berfungsi sebagai sistem perpipaan yang mengalirkan air dari reservoir atau instalasi produksi hingga sampai kepada konsumen. Di Desa Tambakrejo, penyediaan air bersih dikelola oleh HIPPAM Tirto Wening yang berperan sebagai lembaga utama dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan air bersih. Namun, dalam praktiknya, distribusi air masih menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain keterbatasan ketersediaan air dan kebocoran pada jaringan pipa, yang dapat menghambat kualitas dan kontinuitas layanan. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja jaringan distribusi air bersih HIPPAM Tirto Wening dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling, sementara jumlah sampel ditentukan dengan rumus Slovin dan menghasilkan 149 responden yang dianggap representatif. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS <em>(Statistical Package for the Social Sciences) </em>agar diperoleh hasil yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Dari hasil analisis ditemukan bahwa aspek pelayanan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kinerja distribusi air bersih dengan nilai sebesar 1,185, menunjukkan bahwa kualitas layanan menjadi kunci utama dalam meningkatkan keberhasilan sistem distribusi air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengelola HIPPAM Tirto Wening dalam merumuskan strategi perbaikan, meningkatkan efektivitas manajemen, serta memperkuat keberlanjutan distribusi air bersih yang lebih optimal di Desa Tambakrejo.</p>Amirrul FahrudinSujiatYulia IndrianiDadang Agus Aji Nugroho
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131353363Evaluasi Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan di Masjid An Huda Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1692
<p>Jalan raya sebagai salah satu prasarana berlalu lintas perhubungan darat yang mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian, sosial budaya, pengembangan wilayah pariwisata, dan pertahanan keamanan serta persatuan bangsa (Fitriana, 2014). Menyadari pentingnya penggunaan jalan, pemerintah berupaya menambah dan memperbaiki fasilitas jalan, yaitu dengan memperlebar jalan, memperbaiki jalan yang rusak, memperbaiki infrastruktur seperti rambu dan marka jalan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan evaluasi terhadap rambu lalu lintas dan marka jalan terutama di wilayah Masjid An Nahda Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan survey lapangan sehingga mendapatkan data yang sesuai dengan kondisi lapangan. Hasil dari penelitan ini medapatkan bahwa lengkung jalan di lokasi tersebut merupakan jalan tipe kolektor primer dan memiliki lengkung horizontal, nilai kecepatan aktual sebesar 36,51 km/jam yang sesuai dengan kecepatan rencana yang ditetapkan Dinas Bina Marga sebesar 40 km/jam, Jarak pandang henti belum memadai atau tidak sesuai dengan ketetapan yang ditentukan oleh Dinas Bina Marga. yang mana ketetapan untuk jarak pandang henti dengan kecepatan 40km/jam adalah 40 meter, sedangkan hasil dari perhitungan di lapangan adalah 25,90571 meter. Jarak pandang mendahului sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh Dinas Bina Marga dengan kecepatan 40km/jam adalah 200 meter, dan hasil untuk jarak pandang mendahului di lapangan adalah 169,771 meter.</p>Dimas Oki SaputraAlfia Nur RahmawatiYulis WidhiastutiIkko Bagus Ismanto
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131364371Evaluasi Kinerja Struktur Dengan Metode Pushover Analysis Pada Gedung DPRD Bojonegoro Menggunakan SAP2000
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1693
<p>Indonesia merupakan negara rawan gempa bumi. Hal ini karena Indonesia terletak di wilayah pertemuan tiga lempeng tektonik dunia yang sangat aktif. Pergerakan lempengan bumi tersebut yang menjadi faktor utama terjadinya gempa bumi, yang berpotensi besar menyebabkan kerusakan pada struktur gedung. Sehingga dengan merancang bangunan tahan gempa, hal tersebut dapat diminimalisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan level kinerja struktur gedung DPRD Bojonegoro dengan metode analisis pushover yang mengacu pada kriteria ATC-40. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa perilaku struktur dimulai dengan munculnya sendi plastis pertama kali pada balok kemudian diikuti oleh kolom. Berdasarkan hasil Analisa spektrum kapasitas, simpangan maksimum total pada arah X sebesar 0,017 mm dan simpangan inelastic maksimum sebesar 0,015 mm. pada arah Y, simpangan maksimum total sebesar 0,013 mm dan simpangan inelastic maksimum sebesar 0,011 mm. mengacu pada ATC (1996), kinerja struktur termasuk kategori Damage Control (DC).</p>Firna Faridatun NisaSujiatToni Budi SantosoBella Lutfhiani Al Zakina
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131372382Perencanaan Sistem Pemanenan Air Hujan di Desa Sidoharjo Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1694
<p>Desa Sidoharjo, yang terletak di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, merupakan salah satu daerah yang sering mengalami kualitas udara buruk, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini menyoroti perlunya metode alternatif penyediaan udara, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi pengelolaan air hujan di tangga rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem pengelolaan air hujan yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga guna memenuhi kebutuhan air non-konsumsi, seperti mencuci, mandi, dan penyiraman tanaman. Pendekatan penelitian meliputi mengumpulkan data utama dan sekunder, menggunakan teknik hidrologi untuk menganalisis curah hujan (uji konsistensi data, analisis distribusi frekuensi, dan intensitas hujan), serta perhitungan kebutuhan air dan kapasitas penampungan berdasarkan luas atap bangunan serta jumlah penghuni. Sistem yang dirancang terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu talang pengumpul, filter penyaring, tangki penampungan, dan sumur infiltrasi. Teknik rasional digunakan untuk menghitung debit limpasan, dan keseimbangan antara potensi tangkapan air hujan dan kebutuhan air rumah tangga digunakan untuk menentukan kapasitas tangki. Berdasarkan hasil penelitian, Desa Sidoharjo memiliki potensi air hujan yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan air rumah tangga apabila sistem pemanenan dirancang secara optimal. Kapasitas tampungan ditentukan berdasarkan rata-rata curah hujan, intensitas hujan rencana, serta jumlah penghuni rumah. Dengan penerapan sistem ini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap suplai air bersih dari pemerintah selama musim kemarau, sekaligus memperoleh solusi mandiri dan ramah lingkungan dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah perdesaan.</p>Isna Ainun SafitriM. Zainul IkhwanYulia Indriani
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131383394Evaluasi Kinerja Biaya dan Waktu pada Proyek Jembatan Menggunakan Metode Earned Value (Studi Kasus: Rehabilitasi Jembatan Ngaglik Kedungadem-Kepohkidul Kabupaten Bojonegoro)
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1695
<p>Proyek konstruksi kerap menghadapi tantangan dalam pengendalian biaya dan waktu yang dapat menyebabkan keterlambatan serta pembengkakan anggaran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja biaya dan waktu pada proyek rehabilitasi Jembatan Ngaglik, Kabupaten Bojonegoro, dengan menggunakan metode Earned Value Management (EVM). Metode ini mengintegrasikan Planned Value (PV), Actual Cost (AC), dan Earned Value (EV) untuk menilai efisiensi pelaksanaan proyek secara objektif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder berupa laporan kemajuan proyek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Indikator evaluasi meliputi Cost Variance (CV), Schedule Variance (SV), Cost Performance Index (CPI), dan Schedule Performance Index (SPI). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada minggu terakhir PV dan EV mencapai 100% dengan nilai Rp3.000.000.000, sedangkan AC tercatat Rp2.863.156.684. Hal ini menghasilkan selisih biaya Rp136.843.316 yang lebih hemat dari rencana. Nilai CPI = 1,047 (>1) menandakan efisiensi biaya, sedangkan SPI = 1 menunjukkan proyek selesai tepat waktu sesuai jadwal 16 minggu. Dengan demikian, penerapan metode EVM terbukti efektif dalam memantau dan mengendalikan proyek konstruksi agar tetap sesuai anggaran dan jadwal. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan efisiensi manajemen proyek infrastruktur.</p>Dimas ErikNova Nevila RodhiIchwan Hadi SaputraMoh. Sholahuddin
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131395403Analisis Biaya Dan Waktu Penyelenggaraan Jalan Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol Kecamatan Sekar
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1696
<p>Pembangunan infrastruktur jalan penting untuk mendukung kemajuan ekonomi dan sosial suatu daerah, dengan manfaat seperti memperlancar mobilitas, meningkatkan aksesibilitas, dan menurunkan biaya logistik. Jalan yang baik juga mempermudah akses pelayanan publik dan meningkatkan potensi sosial- ekonomi wilayah. Namun, kondisi jalan dapat menurun akibat usia, penggunaan berlebihan, dan cuaca. Contohnya adalah Jalan Watujago-Bobol di Kecamatan Sekar, yang mengalami kerusakan signifikan. Sebagai jalur penting penghubung antar desa dan wilayah, kerusakan ini menghambat aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan akses layanan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada: 1) Untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu pada proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol jika dihitung menggunakan Metode <em>Least Cost Analysis</em>? 2) Untuk mengetahui waktu yang optimal dan total biaya yang minimum pada Proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol dengan metode <em>Least Cost Analysis</em>? 3) Untuk mengetahui berapa efisiensi waktu dan biaya menggunakan metode <em>Least Cost Analysis </em>pada proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol? Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian disimpulkan bahwa: 1) Durasi proyek pada awal kontrak adalah selama 95 hari. Kemudian dipercepat dan diperoleh durasi pengerjaan proyek selama 84 hari. Selisih 11 hari dengan durasi awal kontrak proyek. 2) Lintasan kritis pada proyek rekonstruksi jalan Watujago-Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro adalah aktivitas pemadatan tanah, lapis pondasi agregat kelas A, pemasangan bekisting, pengecoran beton Fc30 Mpa, dan pembongkaran bekisting. 3) Biaya normal pada awal kontrak proyek adalah sebesar Rp. 3.183.113.700. Lalu setelah dilakukan percepatan pada lintasan kritis, biaya kontrak menjadi Rp. 3.183.779.700, terjadi pembengkakan sebesar Rp. 666.000. Kemudian dilakukan efisiensi anggaran pada biaya langsung menggunakan metode <em>Least Cost Analysis </em>untuk menutup pembengkakan anggaran akibat percepatan. Biaya langsung proyek sebelum dilakukan percepatan adalah sebesar Rp 2.590.900.000. Sedangkan setelah dilakukan percepatan durasi dan efisiensi anggaran diperoleh nominal sebesar Rp 2.590.234.000 sehingga dapat menutup pembengkakan anggaran akibat percepatan.</p>Fara Tri FirnandaIchwan Hadi SaputraAyu Kurnia Ratnasari
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131404415Pemetaan Zona Rawan Banjir dan Analisis Risiko di Kecamatan Singgahan
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1697
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan data spasial. Empat parameter digunakan dalam penelitian ini, yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Water Index (NDWI), kemiringan lereng, dan curah hujan. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan untuk menilai tingkat kerawanan berdasarkan masing-masing parameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah memiliki kondisi vegetasi tinggi dengan nilai NDVI 0,35–1, namun terdapat desa seperti Mulyorejo, Mulyoagung, dan Tingkis yang memiliki area dengan vegetasi sangat rendah (NDVI -0,08–0,15). Analisis NDWI memperlihatkan dominasi lahan kering dengan nilai -1 hingga -0,3, sedangkan area dengan kelembaban lebih baik terdapat di Mulyorejo, Mulyoagung, dan Tingkis. Kemiringan lereng didominasi kelas datar hingga landai (<8%) di bagian tengah–selatan, sedangkan bagian utara–timur memiliki lereng curam (25–45%) hingga sangat curam (>45%). Curah hujan tahunan bervariasi 500–2000 mm, dengan intensitas lebih tinggi di utara. Integrasi seluruh parameter menghasilkan peta kerawanan banjir, di mana desa Mulyorejo, Mulyoagung, dan Tingkis dikategorikan sebagai wilayah paling rawan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, serta pengelolaan sumber daya air di Kecamatan Singgahan.</p>M. Jaza As SiddiqiMushthofaHerta Novianto
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131416426Analisis Risiko Pada Proyek Konstruksi Pengembangan Destinasi Wisata De Dander Resort Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1698
<p>Manajemen risiko dalam proyek konstruksi bertujuan meminimalkan dampak terhadap keselamatan,kesehatan, dan lingkungan kerja sesuai standar OHSAS 18001. Penelitian ini menganalisis potensi risiko pada proyek Pengembangan Destinasi Wisata De Dander Resort di Bojonegoro, yang rawan kecelakaan dan bencana. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memprioritaskan risiko berdasarkan Severity, Occurrence, dan Detection, menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasilnya menunjukkan lima risiko utama: bencana alam (RPN = 43,94), cuaca tidak menentu, tenaga kerja tidak kompeten, gangguan distribusi material, dan budaya kerja kontraktor. Risiko-risiko ini menjadi prioritas utama mitigasi demi kelancaran proyek.</p>Rizaldy Adam WicaksanaNova Nevila RodhiIchwan Hadi Saputra
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131427438Studi Perencanaan Gabion Sebagai Perkuatan Lereng Jalan (Studi Kasus : Pembangunan TPT Jalan Wonocolo – Kawengan, Kawasan Pertambangan Desa. Wonocolo Kecamatan Kedewan)
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1699
<p>Ruas Jalan Wonocolo–Kawengan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, memiliki kondisi morfologi perbukitan dengan lereng-lereng curam yang rentan mengalami kelongsoran. Faktor geologi yang labil, tingginya curah hujan, serta aktivitas penambangan minyak tradisional turut memperbesar risiko ketidakstabilan lereng. Ketidakstabilan ini tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas dan keselamatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan struktur bronjong (gabion) sebagai sistem perkuatan lereng, menentukan dimensi struktur yang optimal, serta menganalisis kestabilannya terhadap gaya guling, gaya geser, dan daya dukung tanah. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan survei lapangan, uji sondir, dan analisis laboratorium tanah. Parameter tanah yang diperoleh meliputi berat isi kering sebesar 1,214 t/m³, berat isi basah 1,671 t/m³, kohesi 0,48 t/m², dan sudut geser dalam sebesar 21,32°. Perencanaan struktur gabion dilakukan mengikuti kontur lereng dengan susunan bertingkat. Analisis stabilitas dilakukan secara manual serta dengan perangkat lunak GeoStudio. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai faktor keamanan (FoS) dari 1,284 pada kondisi tanpa perkuatan menjadi 1,575 setelah pemasangan gabion. Berdasarkan hasil tersebut, struktur gabion dinilai efektif dan efisien dalam meningkatkan kestabilan lereng, serta layak diterapkan pada kawasan dengan topografi ekstrem dan keterbatasan akses alat berat.</p>Moch Kharis Triya SaputraMrabawani Insan RendraZainuddin
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131439446Analisis Social Return on Investment (SROI) Dampak Pembangunan Saluran Drainase dan Trotoar Jalan Lettu Suwolo Kota Bojonegoro
https://ojs.ejournalunigoro.com/sintesi/article/view/1700
<p>Pembangunan infrastruktur perkotaan, seperti saluran drainase dan trotoar, memiliki peranan strategis dalam mendukung kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Di Kota Bojonegoro, pembangunan infrastruktur di Jalan Lettu Suwolo merupakan salah satu program pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan estetika kawasan perkotaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pembangunan tersebut dengan menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur, dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, pelaku usaha, serta masyarakat yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan saluran drainase dan trotoar di Jalan Lettu Suwolo memberikan manfaat yang signifikan pada tiga dimensi utama. Secara sosial, tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman bagi pejalan kaki, dan kondusif bagi interaksi masyarakat, disertai peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dari aspek ekonomi, terdapat kenaikan nilai lahan dan bangunan, peningkatan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga pedagang kaki lima, serta bertambahnya peluang usaha. Sementara itu, dari aspek lingkungan, perbaikan saluran air mampu mengurangi risiko genangan dan mendukung terciptanya kawasan yang lebih bersih, hijau, dan sehat. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rasio SROI sebesar 1,11:1, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1,00 dana yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial senilai Rp1,11. Dengan demikian, pembangunan ini dinilai layak secara sosial dan ekonomi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan efektivitas penggunaan anggaran publik.</p>Puguh SantosoAyu Kurnia RatnasariMoh. Sholahuddin
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-01-312026-01-3131447463