Analisis Biaya Dan Waktu Penyelenggaraan Jalan Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol Kecamatan Sekar
Keywords:
Least Cost Analysis, Rekonstruksi, Biaya, WaktuAbstract
Pembangunan infrastruktur jalan penting untuk mendukung kemajuan ekonomi dan sosial suatu daerah, dengan manfaat seperti memperlancar mobilitas, meningkatkan aksesibilitas, dan menurunkan biaya logistik. Jalan yang baik juga mempermudah akses pelayanan publik dan meningkatkan potensi sosial- ekonomi wilayah. Namun, kondisi jalan dapat menurun akibat usia, penggunaan berlebihan, dan cuaca. Contohnya adalah Jalan Watujago-Bobol di Kecamatan Sekar, yang mengalami kerusakan signifikan. Sebagai jalur penting penghubung antar desa dan wilayah, kerusakan ini menghambat aktivitas ekonomi, distribusi barang, dan akses layanan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada: 1) Untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu pada proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol jika dihitung menggunakan Metode Least Cost Analysis? 2) Untuk mengetahui waktu yang optimal dan total biaya yang minimum pada Proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol dengan metode Least Cost Analysis? 3) Untuk mengetahui berapa efisiensi waktu dan biaya menggunakan metode Least Cost Analysis pada proyek Rekontruksi Jalan Watujago-Bobol? Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian disimpulkan bahwa: 1) Durasi proyek pada awal kontrak adalah selama 95 hari. Kemudian dipercepat dan diperoleh durasi pengerjaan proyek selama 84 hari. Selisih 11 hari dengan durasi awal kontrak proyek. 2) Lintasan kritis pada proyek rekonstruksi jalan Watujago-Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro adalah aktivitas pemadatan tanah, lapis pondasi agregat kelas A, pemasangan bekisting, pengecoran beton Fc30 Mpa, dan pembongkaran bekisting. 3) Biaya normal pada awal kontrak proyek adalah sebesar Rp. 3.183.113.700. Lalu setelah dilakukan percepatan pada lintasan kritis, biaya kontrak menjadi Rp. 3.183.779.700, terjadi pembengkakan sebesar Rp. 666.000. Kemudian dilakukan efisiensi anggaran pada biaya langsung menggunakan metode Least Cost Analysis untuk menutup pembengkakan anggaran akibat percepatan. Biaya langsung proyek sebelum dilakukan percepatan adalah sebesar Rp 2.590.900.000. Sedangkan setelah dilakukan percepatan durasi dan efisiensi anggaran diperoleh nominal sebesar Rp 2.590.234.000 sehingga dapat menutup pembengkakan anggaran akibat percepatan.
References
Ashworth, A., & Perera, S. (2015). Cost Studies of Buildings (6th ed.). London: Routledge.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2013). Pedoman manajemen risiko bencana. Jakarta: BNPB.
Demir, G., & Kisi, O. (2016). Flood risk mapping using GIS in urban areas. Journal of Hydrology, 540, 33–45.
Departemen Pekerjaan Umum. (2010). Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Umum. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga.
Dibyosaputro, N. (1984). Dasar-dasar hidrologi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Gaspersz, V. (2012). Total Project Management. Jakarta: Gramedia.
Halpin, D. W., & Senior, B. A. (2010). Construction Management. New York: Wiley. Heimhuber, V., et al. (2015). Using high-resolution remote sensing data for flood mapping.
Remote Sensing of Environment, 168, 254–269.
Hendrickson, C. (2008). Project Management for Construction: Fundamental Concepts for Owners, Engineers, Architects, and Builders. Pittsburgh: Carnegie Mellon University.
IDEP Foundation. (2007). Panduan praktis mitigasi bencana. Bali: IDEP Foundation. Jakarta: Erlangga. Journal of Water Resources, 3(1), 12–22.
Kartam, N., & Al-Maqrami, M. (2005). Managing Construction Delay Claims Using AHP and Decision Trees. Journal of Construction Engineering and Management, 131(2), 119– 126.
Kementerian PUPR. (2020). Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kerzner, H. (2017). Project Management: A Systems Approach to Planning, Scheduling, and Controlling (12th ed.). New Jersey: Wiley.
Ligak, A. (2008). Flood disaster management in coastal areas. Journal of Disaster Prevention, 6(2), 71–85.
Martha, R., & Adidarma, T. (1983). Dasar-dasar hidrologi. Jakarta: Erlangga. Salarpour, A., et al. (2014). Hydrological analysis for flood risk assessment.
Nasution, M. A. (2013). Perencanaan dan Pengendalian Proyek: Konsep, Teknik, dan Aplikasi.
Bandung: Andi.
PMI (Project Management Institute). (2021). A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide) (7th ed.). Pennsylvania: PMI.
Prasetyo, H. (2020). Evaluasi Percepatan Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Crashing dan PERT. Jurnal Konstruksia, 14(1), 33–40.
Siregar, M. F. (2016). Manajemen Proyek Konstruksi Jalan Raya. Yogyakarta: Graha Ilmu. SNI 7394:2008. (2008). Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton untuk Konstruksi Jalan dan
Jembatan. Jakarta: BSN.
Sole, A., et al. (2007). GIS-based floodplain modeling in urban areas. Environmental Modelling & Software, 22(2), 293–300. Standar ISO 690.
Stevens, M., & Hanschka, A. (2014). Designing flood resilient infrastructure. Journal of Urban Planning, 27(4), 324–332.
Suharto, E. (2009). Manajemen Proyek: Dari Konseptual Sampai Operasional.
Tamin, R. Z. (1997). Perencanaan dan Pengendalian Waktu Pelaksanaan Proyek Konstruksi.
Bandung: Penerbit ITB.
Tate, E., et al. (2002). Flood hazard assessment using geographic information systems.
Hydrological Sciences Journal, 47(5), 805–816.
Widiasanti, R. (2018). Analisis Perbandingan Waktu dan Biaya Metode Normal dan Crash Program pada Proyek Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 20(1), 45–54.
Wulandari, S. (2021). Studi Optimasi Waktu dan Biaya Menggunakan Metode Crashing pada Proyek Pembangunan Jalan. Jurnal Rekayasa Sipil, 17(2), 92–101.
Yulianto, A. (2017). Efektivitas Metode Time-Cost Trade Off dalam Proyek Jalan Nasional.
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 21(3), 123–130.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Seminar Nasional Teknik Sipil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
