Strategi Pemasaran Mentimun Baby di PT. Pancasaka Natha Persada Kabupaten Tuban

Authors

  • Diky Manda Saputra UNIVERSITAS BOJONEGORO

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v7i1.911

Keywords:

Cucumber Baby, Marketing

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam pemasaran mentimun baby di PT. Pancasaka Natha Persada. 2) Untuk mengetahui strategi pemasaran mentimun baby di PT. Pancasaka Natha Persada. Penelitian ini dilakukan di PT. Pancasaka Natha Persada, yang beralamat di Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pada penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi social situation atau situasi social yaitu kesinambungan antara tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Pada situasi social peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas orang-orang yang ada pada tempat tertentu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023 sampai bulan Juli 2023 di PT. Pancasaka Natha Persada. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer pemasaran dan karyawan PT. Pancasaka Natha Persada. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer pemasaran dan karyawan PT. Pancasaka Natha Persada. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan pustaka. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT.  Analisis SWOT merupakan salah satu cara mengidentifikasi dan menyimpulkan faktor-faktor strategis yaitu mendaftarkan item-item IFAS-EFAS Yang paling penting dalam kolom faktor strategis kunci dengan menunjukkan mana yang merupakan Kekuatan (S), Kelemahan (W), Peluang (O), Ancaman (T). Berdasarkan hasil dari pembahasan 1) Strategi dengan diagram SWOT menjelaskan bahwa hasil analisis SWOT yang telah peneliti lakukan, berdasarkan faktor internal, kekuatan (strength) memiliki nilai rata-rata 2,24 kelemahan (weakness) memiliki nilai rata-rata 1.33 dan kedua faktor internal tersebut berselisih 0,91. Sedangkan faktor eksternal nilai peluang (opportunities) yaitu 2,44 dan ancaman (threats) memiliki nilai rata-rata 1,18 dan berselisih 1.26. Ini merupakan posisi yang paling menguntungkan sehingga dengan kekuatan yang ada dapat memungkinkan mengurangi ancaman. Perbaikan pemasaran yang mendukung strategi difersivikasi yaitu memperbanyak atau menambah produk mentimun baby baik dari kuantitas produksi atau jenis tanaman mentimun lainnya. 2) Strategi yang di gunakan oleh PT. Pancasaka Natha Persada adalah strategi S-T (Strenght dan Treats).

References

Ahmadi, A.S, 2016. Pengaruh Macam Lanjaran dan Mulsa pada Hasil Mentimun Var. Oris (Cucumis Sativus L). Fakultas Pertanian : Universitas Tidar. VIGOR: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika 1 (1), Diakses tanggal 19 April 2023.

Ari Wicaksono. 2018. mengenai “Strategi Pemasaran Menggunakan Analisis SWOT tanpa skala industry pada PT.X di Jakarta, Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Vol. 1 No. 2. Diakses tanggal 28 April 2023.

Arikunto, S. 2016. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Assauri S. 2014. Manajemen Pemasaran. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Baharudin. 2010. Budidaya Sayur Mayur. Bandung: Penerbit CV. Rawansah.

Basu Swastha dan T. Hani Handoko. 2015. Manajemen Pemasaran-Analisis Perilaku Konsumen. BPFE.Yogyakarta.

Burhan B. 2017. Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup.

Cahyo, B. 2013. Teknik dan Strategi Budidaya Mentimun. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta

Cahyono, B. 2016. Timun. Semarang: CV Aneka Ilmu.

David, F. R. 2010. Manajemen Strategi : Konsep. Jakarta: Salemba Empat edisi 12.

Fred R. 2014. Strategic Management concepts and cases A Competitive Advantage Approach. Sixtennth Edition. England. Pearson Education Limited.

Gugup. 2011. Bisnis Pengantar. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Humairoh Alhakim. 2022. mengenai Analisis strategi pemasaran CV. Gema Nusa berdasarkan metode SWOT. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Klaten. Diakses tanggal 2 Mei 2023.

Kotler dan Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.

Kris Dipayanti. 2020. mengenai “Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan Timun Agar Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera di Desa Cihambulu Pabuaran, Subang, Jawa Barat. Jurnal Abdin Masyarakat Humanis, LPPM Universitas Pamulang. Diakses tanggal 29 April 2023.

Made Desi Haryani. 2018. Strategi pemasaran selada siomak di MDH Bandar Lampung. Program Studi Agribisnis: Bandarlampung, diakses tanggal 27 April 2023.

Margono, S. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Mursid. 2010. Manajemen Pemasaran, PT Bumi Aksara. Jakarta

Mariantha. 2018. Manajemen Biaya. Mutiara Indah: Celebes Media Perkasa.

Merryana DS. 2016. Pengantar gizi masyarakat. Prenada Media.

Moleong, L. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya

Milawatie. 2016. Pengaruh Frekuensi Penyerbukan Terhadap Keberhasilan Persilangan Mentimun (Cucumis Sativus L.). Skripsi Universitas Malang.Malang.

Mulyadi. 2018. Akuntansi Biaya. Cetakan 15. Yogyakarta: YKPN.

Nazir M. 2014. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Pujiharto, 2014, Strategi Pemasaran oleh Petani Sayuran di Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Artikel Prosiding, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Diakses tanggal 19 April 2023.

Rangkuti, Freddy. 2017. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Rukmana, R. 2010. Budidaya Mentimun. Kanisius.Yogyakarta. 68 hal.

Rusdayani. 2015. Mengenal Budidaya Mentimun Melalui Pemanfaatan Media Informasi. fakultas Pertanian Universitas Hasanudin , Volum XIV No.1.

Sari. 2020. Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran (Studi Kasus di Kantor Pos Kota Magelang 56100). Jurnal Ilmu Manajemen.

Setyaningrum, dkk. 2015. Prinsip-Prinsip Pemasaran Plus Tren Terkini. Penerbit Andi: Yogyakarta.

Sumpena, U. 2015. Budidaya mentimun intensif dengan mulsa secara tumpang gilir. Penebar Swadaya, Jakarta: 2015.

Sunarjono, H.H. 2017. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sunyoto, D. 2013. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta. CAPS

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: CV Alfabeta.

Syamsuri, P. et al. 2020 Buku Saku : Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster. 1st edn, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen). 1st edn.

Tjiptono & Chandra, G. 2012. Pemasaran Strategik. Edisi Kedua. Yogyakarta Yogyakarta: ANDI.

Triton PB. 2017. Manajemen Strategis: Terapan Perusahaan dan Bisnis. Yogyakarta: Tugu Publisher.

Wijoyo, P. 2017. Budidaya mentimun yang lebih menguntungkan. Pustaka Agro Indonesia. Jakarta.

Zulkarnain, 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta. Bumi Aksara.

Additional Files

Published

2023-07-31

How to Cite

Diky Manda Saputra. (2023). Strategi Pemasaran Mentimun Baby di PT. Pancasaka Natha Persada Kabupaten Tuban . Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 8(2), 34–45. https://doi.org/10.56071/oryza.v7i1.911