Studi Komparasi Usahatani Padi Dengan Penerapan Mesin Rice Transplanter Dan Konvensional di Desa Padang Mentoyo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro

Authors

  • Bahtiar Budi Satria Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v6i1.745

Keywords:

Studi Komparasi,, Uji independent sample t-test, Usahatani Padi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya usahatani pada satu musim tanam. Hasil dari penelitian ini berupa biaya usahatani untuk mesin rice transplanter sebesar Rp. 11.243.512/Ha dan penanaman konvensional sebesar Rp. 12.314.850. Penerimaan pada penanaman ricee transplanter sebesar Rp. 22.882.913 sedangkan penanaman konvensional sebesar Rp. 22.856.455, produktivitas pada kedua penanaman tersebut adalah 60,22 kw/ha sedangkan penanaman konvensional 60,15kw/ha. Pendapatan yang didapatkan untuk penanaman rice translanter adalah Rp 11.639.4 01/ha sedangkan konvensional sebesar Rp. 10.541.605, untuk nilai efisiensinya adalah 3 untuk rice transplanter dan 2 untuk konvensional. Kedua penanaman tersebut selanjutnya di bandingkan melalui uji t-test dengan menggunakan SPSS. Hasil perbandingan pendapatan menunjukan nilai t-hitung (7,436) lebih besar dari t-tabel (1,671). Hal ini menunjukkan hipotetis diterima, nilai perbandingan produktivitas dihasilkan nilai t-hitung sebesar (2,773) lebih besar dari t-tabel (1,671), sehingga hipotetis diterima, sedangkan perbandingan efisiensi nilai t-hitung (2,298) lebih besar dari t-tabel (1,671) sehingga hipotesis diterima. Dari kesimpulan diatas menunjukkan bahwa penanaman secara modern lebih efektif dibandingkan penanaman secara konvensional.

References

Arfah SYC, Rustum Abd R, Sulaeman.

Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tabela dan Sistem Tapin (Di Desa Dolago Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong). EJurnal Agrotekbis 1 (3): 244-249, Agustus 2013

Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian. 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super. Kementrian Pertanian. Jakarta

BBPMP. 2017. Laporan Hasil Pengujian

Mesin Bibit Padi (Rice transplanter) Tanikaya TK RT 2W-800N. Kementrian Pertanian

BPS 2021. Kecamatan Kapas Dalam

Angka 2021. Tabel Luas Panen Produksi- Tanaman Padi Kecamatan Kapas. Jakarta: BPS Kabupaten Bojonegoro

BPS 2021. Kabupaten Bojonegoro Dalam Angka

Tabel Luas Panen-ProduksIProduktivitas Tanaman Padi Kabupaten Bojonegoro. Jakarta: BPS Bojonegoro

BPS 2021 Produksi Padi Menurut Provinsi 2017-

Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia

Radhika M, Made A, Rustam Abd R. 2015. Analisis

Komparatif Pendapatan Usahatani Padi Sawah Peserta Program Dan Tanpa Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi Dan Informasi Pertanian. eJurnal Mitra Sains. Vol 3 No. 2 April 2015 hlm 34-5

Setiawan AW dan Wistyanu AG. 2016. Pengaruh

Penggunaan Mesin Rice transplanter Terhadap Peningkatan Pendapatan Usahatani Padi. Hal 404-413, dalam Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian.

Singh PK, Harischand S, Abhikekh KB, Chandan K,

Rohit J. 2017. Rice Transplanting Machine. Journal of Engineering Research and Application Vol. 7 PP.71-75

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif

Kualitatif Dan R&D. Bandung. CV Alfabeta

Suhendrata T. 2013. Prospek Pengembangan

Mesin Tanam Pindah Bibit Dalam Rangka Mengatasi Kelangkaan Tenaga Kerja Tanam Bibit Padi. Jurnal SEPA Vol. 10 No. 1 September 2013, Hal 97-102

Togatorop B. 2017. Hubungan Teknologi Alsintan

terhadap Produktivitas Padi Sawah Di Desa Sri Agung Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Skripsi Jurusan Agribisnis Universitas Jambi: Jambi

Unadi A dan Suparlan. 2011. Dukungan teknologi

pertanian untuk industrialisasi agribisnis perdesaan. MakalahSeminar Nasional Penyuluhan Pertanian pada kegiatan Soropadan Agro Expo; 2011 Juli 2; Temanggung,Indonesia.

Additional Files

Published

2024-07-09

How to Cite

Bahtiar Budi Satria. (2024). Studi Komparasi Usahatani Padi Dengan Penerapan Mesin Rice Transplanter Dan Konvensional di Desa Padang Mentoyo Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 6(1), 37–45. https://doi.org/10.56071/oryza.v6i1.745