EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)

Authors

  • Adlian Lian Universitas Nani Bili Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v8i2.627

Keywords:

Selada,, Konsentrasi pemberian air cucian beras

Abstract

Budidaya Selada (Lactuca sativa L.) secara umum dilakukan dengan cara konvensional, ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia dan pestisida sintesis masih dilakukan secara berlebihan serta terus-menerus. Akibat hal tersebut berdampak pada kerusakan lahan dan pencemaran lingkungan. Alterlnatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan dan meminimalisir dampak negatif tersebut dengan budidaya tanaman secara organik yang ramah lingkungan yaitu pemanfaatan limbah air cucian beras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah air cucian beras yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di kebun penelitian Program Studi Agroteknologi Universitas Nani Billi Nusantara. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2022. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan  konsentrasi limbah air cucian beras yang terdiri dari 4 taraf yaitu: P0 = tanpa  pemberian  air cucian  beras; P1 = 1  liter  air  cucian beras; P2 = 1,5 liter air cucian beras; P3 = 2  liter  air  cucian  beras; Setiap perlakuan diulang 3 kali dalam blok sehingga terdapat 24 unit percobaan. Pengacakan perlakuan dilakukan pada setiap blok dan masing-masing ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah helaian daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar. Pengamatan dilakukan dilapangan dan dilaboratorium untuk mendapatkan data analisisnya.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pemberian air cucian beras menggunakan media tanah pada polibag dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Konsentrasi air cucian beras terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman selada adalah 1,5 liter yang terlihat dari pertambahan ukuran tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot kering tanaman.

References

Badan Pusat Statistika. 2017. Konsumsi Buah dan Sayur Susenas Maret 2016. Kementerian Pertanian. Jakarta. 15 hlm.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011 tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah.

Wulandari, C. G. M., S. Muhartini, dan S. Trisnowati. 2011. Pengaruh Air Cucian Beras Merah dan Beras Putih terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L.). J Vegetalika 1(2) : 24 – 35.

Wardiah., Linda., dan Rahmatan, H. 2014. Potensi Limbah Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Pakchoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biologi Edukasi Edisi 12. Volume 6. Nomor 1. Halaman 34 – 38.

Saparinto, C. 2013. Grow Your Own Vegetables-Panduan Praktis Menanam 14 Syuran Konsumsi Populer di Pekarangan. Penebar Swadaya. Yogyakarta. 180 hlm.

Suprayitna, 1996. Menanam dan Mengolah Selada Sejuta Rasa. CV Aneka. Solo.

Rukmana, R.1999. Selada dan Andewi. Yogyakarta: Kanisius.

Saparinto, C. 2013. Grow Your Own Vegetables-Panduan Praktis Menanam 14 Syuran Konsumsi Populer di Pekarangan. Penebar Swadaya. Yogyakarta. 180 hlm.

Cahyono, B., 2014. Teknik dan Strategi Budidaya Selada Hijau (Pai-Tsai). Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. 62 hlm.

Rubatzky, V. E. dan M. Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 2. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Sunarjono, H. 2014. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta. 204 hlm.

Nazaruddin. 2000. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. PT Penebar Swadaya. Jakarta. 142 hal.

Moeksin, 2015. Pengaruh pemberian pupuk organic dan air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum Melongena L.). Nama penelitian pupuk organik 3(1):1-8.

Alip, N. 2010. Anti Stres dan Perangsang Akar Tanaman. <http://nuralip.mywapblog.com/anti-stres-dan-perangsang-akartanaman.xhtml>.

Andrianto, H. 2007. Pengaruh air cucian beras pada Adenium. Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Abstrak. <http://etd.eprints.ums.ac.id/2132/1/A420032058.pdf>.

Leonardo, M. 2009. Pengaruh Konsentrasi Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat dan Terong. <http://cikaciko.blogspot.com/2009/01/pengaruh-konsentrasi-air-cucian-beras.html>.

Utama, M.Z.H. 2000. Effect of NaCl-Stress on Metabolism of NO3-, NH4+ and NO2- at Several Rice Varietas. J. Trop Soils. 15 (3): 189-194. Doi: 10.5400/jts.2010.15.3.189.

Rosmarkam, Nasih AWY. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanesius. Yogjakarta. 46 hal.

Fahrudin, F. 2009. Budidaya Caisim (Brassica Juncea. L.) Menggunakan Ekstrak Teh dan Pupuk Kascing. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 88 hal.

Mulyani, S., dan Kartasapoetra. 2011. Pupuk dan Cara pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta. P 177.

Mas’ud, Hidayati. 2009. Sistem Hidroponik Dengan Nutrisi dan Media Tanam Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada. Media Litbang Sulteng 2 (2) : 131–136.

Sukarno A. 2001. Pengaruh ukuran polybag dan jenis media tanam terhadap pertumbuhan semai sengon laut (Paraserianthes falcataria).Jurnal Agritek. 9(4):34-38.

Arumningtiyas, W. I. 2014. Pengaruh Aplikasi “Biourine” terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada. J. Produksi Tanaman 2(8) : 621-627.

Suhartono, Sidiq dan Khoiruddin, A. 2008. Pengaruh Interval Pemberian Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glicine Max (L) Merril) pada Berbagai Jenis Tanah, Embryo Jurnal. 5(1):98-112.

Additional Files

Published

2023-06-30

How to Cite

Lian, A. (2023). EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.). Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 8(2), 1–10. https://doi.org/10.56071/oryza.v8i2.627