Aplikasi Diagram Fishbone Analysis Dalam Pengendalian Mutu Jamur Tiram Putih
DOI:
https://doi.org/10.56071/oryza.v4i1.513Keywords:
Desa Rengel, Diagram Fishbone,, Jamur Tiram Putih,, Pengendalian Mutu,, , Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma,Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah yang mempengaruhi mutu jamur tiram putih, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu jamur tiram putih serta mengetahui rumusan pengendalian mutu apa yang tepat untuk diterapkan pada Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis fishbone. Analisis fishbone digunakan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap mutu jamur tiram putih pada Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma. Hasil dari penelitian ini diketahui, permasalahan mutu jamur tiram putih yang dihadapi oleh Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma Desa Rengel Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban disebabkan oleh ukuran jamur tiram Kecil, warna jamur tiram kekuningan serta jamur tiram kering dan layu. Faktor penyebab yang mempengaruhi adalah 1) faktor manusia yaitu keterlambatan karyawan pada waktu penyiraman saat budidaya, kelalaian karyawan dalam mengendalikan hama dan penyakit, kecerobohan karyawan lapang dalam pemberia dosis bahan baku pembuatan baglog, serta keterlambatan karyawan memanen jamur tiram. 2) faktor teknik budidaya yaitu kesalahan penyiraman saat budidaya. 3) faktor bahan/masukan yaitu kurang nutrisi pada media dan kualitas dedak yang kurang bagus. 4) faktor lingkungan yaitu adanya penyakit pada baglog jamur tiram, suhu kumbung tinggi serta sirkulasi udara yang kurang bagus. Tindak perbaikan yang paling tepat dilakukan antara lain, 1) faktor manusia yaitu mengadakan evaluasi kerja setiap hari sebelum memulai aktifitas agar karyawan lebih disiplin dalam bertugas, penerapan sistem pengawasan sesuai SOP Agro Jamur Tiram Wijaya Kusuma dalam melakukan penyortiran baglog yang terjangkit hama dan penyakit, memberikan pendampingan kepada karyawan untuk lebih berhati-hati dalam memberikan takaran bahan baku, serta segera memanen jamur tiram apabila sudah siap untu dipanen. 2) faktor teknik budidaya yaitu memberikan pelatihan dan pengawasan teknik penyiraman kepada karyawan yang belum mengerti. 3) faktor bahan/masukan yaitu memberikan nutrisi sesuai dengan takaran yang diperlukan dan melakukan penyortiran atau pengecekan kualitas dedak yang layak digunakan. 4) faktor lingkungan yaitu pemberlakuan jadwal untuk sterilisasi kumbung jamur, mengadakan pelatihan bagi karyawan untuk mengenali perubahan suhu sehingga dapat memutuskan banyaknya intensitas penyiraman, mengatur penambahan cahaya dengan jumlah yang tepat, serta melakukan pengecekan terhadap kumbung untuk memastikan sirkulasi tidak terhalang apapun atau membuka ventilasi dimalam hari.
References
Agromedia Redaksi. 2009. Buku Pintar Bertanam Jamur Konsumsi Cet 1. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Agus G.T.K. 2002. Budidaya Jamur Konsumsi. Agromedia Pustaka. Jakarata.
Aini Syarifah. 2017. Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Permintaan Jamur Tiram. Deliserdang.
Badan Pusat Statisktik. 2018. Konsumsi Jamur Indonesia. Jakarta. Diakses dari www.bps.go.id pada tanggal 15 Maret 2020.
Fendy, Julianto. 2010. Analisis Pendapatan Usahatani dan Saluran Pemasaran Jamur Tiram Putih di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Skripsi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Direktorat Jenderal Hortikultura. 2014. Sub Sektor Hortikultura. http://www.pertanian.go.id/ap_pag es/mod/datahorti. Diakses pada tanggal 20 Februari 2020.
Direktorat Jenderal Hortikultura. 2017. Sub Sektor Hortikultura. http://www.pertanian.go.id/produks i/produktivitas/hortikultura/jamur.
Diakses pada tanggal 12 Maret 2020.
Direktorat Jenderal Hortikultura. 2019. Sub Sektor Hortikultura. http://www.pertanian.go.id/ap_pag es/mod/datahorti. Diakses pada tanggal 12 Maret 2020.
Fitria, Ariyani. 2010. Aplikasi Fishbone Analysis Dalam Meningkatkan Kualitas Produk Obat Alami Pada PT Merapi Farma Herbal Sleman Yogyakarta. Skripsi. Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
Gunawan, A.W. 2000. Usaha Pembibitan Jamur. Jakarta:Penebar Swadaya.
Handoko, T.H. 2000. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. BPFE. Yogyakarta.
Ihwah, Azimmatul. 2019.
Pengendalian Mutu Statistik Produk Akhir Paperboard (Studi Kasus PT Surya Pamenang Kediri Jawa Timur). Jurnal Teknologi Industri Pertanian 29.
Vol 1. No. 19-26.
http://www.journal.ipb.ac.id/index. php/jurnaltin. Diakses tanggal 24 Februari 2020.
Ishikawa, K. 1992. Teknik Penentuan Pengendalian Mutu. PT Medyatama. Sarana Perkasa. Jakarta.
Isrowati, Putri. 2011. Aplikasi Fishbone Analysis Dalam Meningkatkan Kualitas Buah Strawberry Pada Kelompok Tani Sun-Sun Strawberry Desa Kalisoro Kabupaten Karanganyar. Skripsi. Surakarta. Univesitas Sebelas Maret.
Khomah, Isti. 2009. Aplikasi Fishbone Analysis Dalam Meningkatkan Kualitas Bunga Krisan (Chrysantemum sp) Potong Tipe Standar Pada Kelompok Tani Udi Makmur di Kabupaten Sleman. Skripsi. Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
Nasution, M.N. 2005. Manajemen Mutu Terpadu: Total Quality Management. Edisi kedua. Bogor. Ghalia Indonesia.
Nazir. 2014. Metode Penelitian.
Bogor. Ghalia Indonesia.
Nuryadi dan Martawija. 2010. Perbandingan Kandungan Gizi Jamur Dengan Bahan Makanan Lain. Jakarta. PT. Agro Media Pustaka.
Palmirma. 2010. Manfaat 7 Quality Control Tools Dalam Menagement System. Jakarta: PPM.
Prawirosentono, S. 2002. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Manajemen Abad 21 Studi Kasus dan Contoh. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Setyawan, Endra. 2014. Analisis Usaha Tani Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) di Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Surakarta. Universitas Sebelas Maret.
Soekartawi, 1995. Pembangunan Pertanian. Jakarta: Manajemen PT Raja Grafindo Persada.
Soekartawi, A. Soeharjo, J.L Dillon dan J.B. Hardaker. 2006. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk
Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: UI-Press.
Surawiria, Unus.2006. Budidaya Jamur Tiram. Kanisius Cetakan Kelima. Yogyakarta.
Sriwidadi, Teguh. 2013. Manajemen Mutu Terpadu. Journal The Winners. Vol. 2. No.2. Diakses tanggal 16 Maret 2020.
Tari, Ees. 2016. Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Jamur Tiram. Agritepa. Vol. 3. No. 7. Bengkulu.
Diakses tanggal 12 Maret 2020.
Wahyu, Lita. 2017. Aplikasi Diagram Fishbone Dalam Pengendalian Mutu Jamur Kuping Kering (Studi Kasus Pada UD Sky Agro Kabupaten Karangayar). Jurnal Agrista. Vol. 5. No. 3. Diakses
tanggal 17 Februari 2020.
Wiardani, I. 2010. Budidaya Jamur Konsumsi Menagguk Untung dari Budidaya Jamur Tiram dan Kuping. Yogyakarta: Lili Publisher.


