OPTIMALISASI SEQUESTRASI KARBON DIOKSIDA (CO2) BERBASIS KEPEMILIKAN LAHAN RUMAH TANGGA

Authors

  • LAILY AGUSTINA RAHMAWATI Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v1i1.205

Keywords:

sequestrasi, daya listrik, luas minimum lahan, rumah tangga

Abstract

Rumah tangga dengan segala aktifitasnya turut menyumbang emisi CO2 yang memicu pemanasan global. Oleh karena itu, berdasarkan prinsip pencemar membayar (pollutant pay principle), rumah tangga dapat dikenai tanggung jawab atas emisi yang dihasilkan dalam bentuk konservasi lahan. Penelitian bertujuan menganalisis rata-rata emisi dan rata-rata sequestrasi, untuk menetukan luas minimum lahan yang harus dikonservasi masing-masing kelompok rumah tangga Kelas Ekonomi Atas (KEA- Daya ? 1300 VA), Kelas Ekonomi Menengah (KEM- Daya 900 VA), Kelas Ekonomi Bawah (KEA- Daya 450 VA) di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, D. I. Yogyakarta. Emisi CO2 dihitung berdasarkan aktifitas rumah tangga terkait konsumsi listrik, konsumsi bahan bakar untuk transportasi, konsumsi bahan bakar untuk memasak, produksi sampah, serta konsumsi air PDAM, didapat dari hasil questioner yang selanjutnya dikalikan dengan nilai konversi emisi CO2 yang tersesedia. Sequestrasi CO2 dihitung berdasarkan biomassa yang dipertahankan oleh rumah tangga pada lahan bervegetasi mereka (pekarangan, sawah, kebun). Pendugaan biomassa diperoleh melalui metode Brown (1997) dan Hairiah (2007), dengan melakukan nested qudrat sampling pada masing-masing jenis lahan bervegetasi yang dimiliki rumah tangga. Luas minimum dan optimalisasi lahan, dihitung berdasarkan jumlah emisi CO2 rumah tangga dan biomassa per m2 lahan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui, rumah tangga Sinduadi memiliki rata-rata emisi dan sequestrasi, serta luas minimum lahan secara berturut-turut sebesar: 7098,98 kgCO2/th, 267,34 kgCO2/th, dan 178,11 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEA; 3785,9 kgCO2/th, 632,61 kgCO2/th, dan 1551,37 m2 lahan pekarangan dengan dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEM; 1973,3 kgCO2/th, 780,21 kgCO2/th, dan 898,91 m2 dengan tingkat optimalisasi lahan sangat optimal (tutupan vegetasi 90%) pada lahan pekarangan untuk rumah tangga KEB.

References

Barbour, M. G., J. H. Burk, and W. D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. Benjamin/Cummings Publishing Company Inc. USA.
IPCC. 1992. Climate change : The IPCC 1990 and 1992 Assessment. IPCC. Canada.
Kemen-LH. 2007. Rencana Aksi Nasional Perubahan Iklim. Kementrian Negara Lingkungan Hidup. Jakarta.
Krebs, CJ. 2009. Ecology: Sixth Edition. Benjamin Cummings. San Francisco.
Monografi Desa Sinduadi Tahun 2005, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
Murdiyarso, D. 2005. Sustaining Local Livelihood through Carbon Sequestration Activities : A Search for Practical and Strategic Approach. Carbon Forestry : How will Benefit?. Proceeding of Workshop on Carbon Sequestration and Sustainable of Livelihoods. Jakarta. ISBN 979-3361- 73-5.

Additional Files

How to Cite

LAILY AGUSTINA RAHMAWATI. (2015). OPTIMALISASI SEQUESTRASI KARBON DIOKSIDA (CO2) BERBASIS KEPEMILIKAN LAHAN RUMAH TANGGA. Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.56071/oryza.v1i1.205