STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA AGROINDUSTRI KERAJINAN ANYAMAN PANDAN DI KABUPATEN KEBUMEN

Authors

  • Zaky Zhilalan Fulki1), Mohamad Harisudin2), Putriesti Mandasari3) Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v5i1.191

Keywords:

Anyaman Pandan, MPE, Strategi Pengembangan, SWOT

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi agroindustri kerajinan anyaman pandan diantara industri prioritas Kabupaten Kebumen; kondisi faktor internal dan faktor eksternal; dan alternatif strategi yang dapat diterapkan pemerintah daerah dan pengusaha anyaman pandan di Kabupaten Kebumen. Metode dasar deskriptif analitis dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder.. Analisis data menggunakan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Matriks SWOT. Hasil analisis MPE kerajinan anyaman pandan berada pada posisi kedua dibawah gula semut dan di atas batik dan olahan singkong dengan nilai MPE 244.376.374,001. Matriks SWOT menghasilkan 11 alternatif strategi yang dapat diterapkan di Kabupaten Kebumen. Pemerintah daerah: menggiatkan promosi anyaman pandan, pemberian pelatihan dan bantuan inovasi guna memajukan kerajinan anyaman pandan, pendampingan ekspor dan temu bisnis dengan buyers produk jadi anyaman pandan, penyuluhan dan pembinaan tentang menganyam di sekolah pada kelas ekstrakulikuler/ muatan lokal, sebagai fasilitator peningkatan interaksi antara peneliti, penyuluh, pemasar, penentu kebijakan dan pengrajin, perluasan usaha melalui program desa wisata; dan bagi pengusaha memasarkan produk dengan mengangkat nilai-nilai produk dan kearifan lokal daerah, diversifikasi produk, menjalin kerjasama dengan industri produk handmade, penjadwalan produksi diluar panen dan musim hujan, mendirikan koperasi untuk meningkatkan produksi dan menstabilkan harga jual.

Additional Files

Published

2020-12-30

How to Cite

Zaky Zhilalan Fulki1), Mohamad Harisudin2), Putriesti Mandasari3). (2020). STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA AGROINDUSTRI KERAJINAN ANYAMAN PANDAN DI KABUPATEN KEBUMEN. Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 5(1), 42–50. https://doi.org/10.56071/oryza.v5i1.191