ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA VARIETAS PERTIWI-2 Studi Kasus di Desa Cengkong Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur Tahun 2017

Authors

  • Eka Diyah Ayu Megawati 1), Ir. H. Noor Djohar.M.M2), Ir. H. Suhirman3) Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v3i2.185

Keywords:

Jagung Hibrida Varietas Pertiwii-2, R/C Ratio, Desa Cengkong,Usahatani.

Abstract

Jagung termasuk salah satu komoditas pertanian yang penting dan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari tingginya konsumsi dan permintaan jagung oleh pasar di seluruh Indonesia bahkan bukan hanya di indonesia di luar negeri sekalipun jagung juga sudah mulai di kenal dan di produksi untuk bahan bahan pangan sendiri dan bahan pangan ternak . Selain itu, manfaat dan kegunaan jagung yang dapat menggantikan kebutuhan konsumsi beras. Oleh sebab itu pembudidayaan komoditas ini mempunyai prospek cerah karena dapat mendukung upaya peningkatan pendapatan petani, pengentasan kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja. Agar petani dapat mengelola lahan yang mereka punyai sesuai dengan keadaan alam di indonesia ini khusnya, agar petani tidak hanya mengandalkan tanaman padi dan buah saja, karena pada saat tidak musim penghujan lahan tersebut tetap mampu menghasilkan pendapatan dengan menanam tanaman jagung, karena tanaman jagung kuat hidup d daerah yang panas dan dalam kondisi air yang sedikit. Dalam penelitian ini saya mengunakan metode sensus.. Tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui rata-rata biaya, penerimaan,pendapatan dan kelayakan usahatani jagung di daerah penelitian. Hipotesis penelitian ini adalah, Diduga usahatani jagung memberikan keuntungan yang layak. Metode analisa menggunakan analisis pendapatan yaitu selisih antara penerimaan usahatani dengan biaya total dalam mengusahakan usahatani (?=TR-TC). Kemudian menggunakan analisa kelayakan usahatani yaitu membagi total penerimaan dengan total biaya dalam mengusahakan usahataninya (R/C=TR:TC). agar kita dapat mengetahui jumlah penerimaan usahatani yaitu jumlah produksi dikalikan dengan harga jual (TR=P.Q). Sedangkan total seluruh biaya itu sendiri dapat menggunakan rumus biaya tetap di tambah dengan biaya tidak tetap (TC=TFC+TVC). Responden dalam penelitian ini sebanyak 33 petani dengan cara sampel keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata total biaya sebesar Rp.8.738.660,- pada musim tanam dan penemerimaan dengan rata-rata Rp.17.446.400,- sedangkan pendapatan rata-rata per musim sebesar Rp 8.707.740,- untuk R/C Ratio sebesar 1,9 sehingga usahatani jagung di Desa Cengkong Tahun 2017 menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Karena apabila R/C ? 1,5/ 2,0 maka usahatani tersebut layak dan menguntungkan.

Additional Files

Published

2018-06-01

How to Cite

Eka Diyah Ayu Megawati 1), Ir. H. Noor Djohar.M.M2), Ir. H. Suhirman3). (2018). ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA VARIETAS PERTIWI-2 Studi Kasus di Desa Cengkong Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur Tahun 2017. Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 3(2), 1–6. https://doi.org/10.56071/oryza.v3i2.185