ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI TEBU DI KECAMATAN GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN FUNGSI COBB-DOUGLAS

Authors

  • Yoga aji Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/oryza.v8i2.1032

Keywords:

Analysis, factors of production, sugar cane, Cobb-Douglass

Abstract

The agricultural sector consists of several parts, including the food crops, plantations, livestock and fisheries subsectors. The results from this plantation subsector become the main raw material for the processing industry. Planting sugar cane in Gedeg sub-district farming uses moorland which is considered to be able to provide a solution in using moorland so that it can help the farmer's economy and the activities of the National Sugar Self-Sufficiency program. This research was carried out in Gedeg sub-district, Mojokerto regency in East Java. Gedeg District was chosen as the research location because it is one of the sugar cane production areas in East Java so that increasing the efficiency of production allocation can also increase regional income in East Java. The sampling method in research conducted in Gedeg sub-district, Mojokerto district was by using simple random sampling. Simple random sampling. The data source in this research uses descriptive and quantitative methods. This research analyzes the factors that influence sugar cane farming production in Gedeg District, Mojokerto Regency using the Cobb-Douglas method. The results of the analysis show that sugar cane seeds (elasticity = 0.397), Phonska fertilizer (elasticity = 0.251), and organic fertilizer (elasticity = 0.194) have a positive and significant effect on sugar cane farming production in Gedeg District, Mojokerto Regency, while land area, ZA fertilizer, and labor does not have a significant influenc.

Keywords: Analysis, factors of production, sugar cane, Cobb-Douglass.

 

 Sektor pertanian terdiri dari beberapa bagian, termasuk subsektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Hasil dari subsektor perkebunan ini menjadi bahan baku utama bagi industri pengolahan. Penanaman tebu di usahatani kecamatan gedeg adalah menggunakan lahan tegalan yang dianggap mampu memberikan solusi dalam mempergunakan lahan tegalan sehingga dapat membantu dalam perekonomian petani dan kegiatan program Swasembada Gula Nasional. penelitian ini dilaksanakan di kecamatan gedeg kabupaten mojokerto yang berada di Jawa timur. Kecamatan Gedeg dipilih sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu wilayah produksi tebu di jawa timur sehingga peningkatan efisiensi alokasi produksi dapat pula meningkatkan pendapatan daerah jawa timur. Metode pengambilan sampel pada penelitian yang dilakukan di kecamatan gedeg kabupaten mojokerto adalah dengan menggunakan simple random sampling. Simple random sampling. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dan Kuantitatif. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani tebu di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menggunakan metode Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa bibit tebu (elastisitas = 0,397), pupuk Phonska (elastisitas = 0,251), dan pupuk organik (elastisitas = 0,194) berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi usahatani tebu di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, sedangkan luas lahan, pupuk ZA, dan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh signifikan.

Kata kunci: Analisis, faktor produksi, tebu, cobb-douglass.

References

Apsari, S.R., Hermawan, R. (2020). Analisis Ekonomi Produksi Kedelai Hitam Di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul (Black Soybean Production Economic Analysis In Playen Sub-Distric, Gunung Kidul). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 5, 7.

Apsari, S.R., Hermawan, R. (2020). Analisis Ekonomi Produksi Kedelai Hitam Di Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul (Black Soybean Production Economic Analysis In Playen Sub-Distric, Gunung Kidul). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 5, 7.

Astari, N.N.T., Setiawina, N. . (2016). Pengaruh luas lahan, tenaga kerja dan pelatihan melalui produksi sebagai variabel intervening terhadap pendapatan petani asparagus di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. J. Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana.

Bagus Ngurah Swacita, I. (2017). Bahan ajar kesehatan lingkungan : pestisida dan dampaknya terhadap lingkungan. Laboratorium kesmavet fakultas kedokteran hewan universitas udayana.

Baru, P. C. (2021). Musim Panen Telah Tiba. PG Candi Baru. https://www.pgcandibaru.co.id/kegiatan/2021/06/02/musim-panen-telah-tiba

BPS. (2019). Statistik Tebu Indonesia 2018. BPS.

BPS. (2022). Kecamatan Kebun Tebu Dalam Angka 2022. BPS.

Depken, C. (2006). Microeconomics. Mc Graw Hill.

Devistaralas Manda Ivanka, Minar Ferichani, S. W. A. (2019). ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI OLEH PETANI TEBU DI KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR. Universitas Sebelas Maret. AGRISTA, 7, 55–61.

Gian, A. (2019). Manfaat Ampas Tebu Yang Banyak Terlupakan. http://cybex.pertanian.go.id/artikel/85704/manfaat-ampastebu-yang-banyak-terlupakan/

Gujarati, D. N. (2003). Basic Econometrics. McGraw Hill.

Gujarati, D. N. (2007). DASAR-DASAR EKONOMETRIKA, jilid 1. Erlangga.

Hariyati, Y. (2017). Ekonomi Mikro (Pendekatan Matematis dan Grafis).

Hartatie, D., Taufika, R., Achmad, P. B. (2021). Pengaruh Curah Hujan dan Pemupukan terhadap Produksi Tebu (Saccharum officinarum L.) di Pabrik Gula Asembagus Kabupaten Situbondo. . . Jurnal Ilmiah Inovasi, 21, 66–72.

Indrawanto, C., Purwono, Siswanto, Syakir, M., & Widi Rumini, M. (2010). Budidaya dan Pasca Panen TEBU. In ESKA Media. https://doi.org/10.1080/02589348408704834

Kurniawan, A. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis pada usahatani padi lahan pasang surut di Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan. AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan, 2, 9263.

Maharani, T. (2024). Pengertian Panen dan Pasca Panen: Proses Menyegarkan Hasil Pertanian dengan Sentuhan Ahli. Tambah Pinter. https://tambahpinter.com/pengertian-panen-dan-pasca-panen/

Nicholson, W. (2003). Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya. Erlangga.

Pertanian, K. (2020). RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2020-2024. Kementrian PPertanian.

Prihatiningrum, A. (2010). Uji Produktivitas Model PKP 240 Pada Tanaman Tebu Varietas BL di Lahan Kering Mumbul Kabupaten Jember. Jurnal Agrofish, 7, 28– 36.

RIZKY BASTANTA1, L. S. (2022). EFISIENSI ALOKATIF USAHATANI JAGUNG DI DESA KUALA KECAMATAN TIGABINANGA KABUPATEN KARO. Universitas Kristen Satya Wacana Jawa Tengah, 9(1), 1–14.

Sari, V.R., Kusnadi, J. (2015). Pembuatan Petis Instan (Kajian Jenis Dan Proporsi Bahan Pengisi). Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3, 381–389.

Shinta, A. (2011). Ilmu Usaha Tani. Universitas Brawijaya Press.

Sitorus, N., & Afrizal. (n.d.). KEPENTINGAN INDONESIA MENGIMPOR GULA DARI BRAZIL TAHUN 2015 -2017. https://www.bing.com/ck/a?!&&p=317689f49134147eJmltdHM9MTcxNTQ3MjAwMCZpZ3VpZD0xMmM4NDlkMC04ZmRhLTZjZTEtM2JiOC01ZGJkOGVlZjZkMWImaW5zaWQ9NTE4OA&ptn=3&ver=2&hsh=3&fclid=12c849d0-8fda-6ce1-3bb8-5dbd8eef6d1b&psq=Sitorus+dan+Afrizal+gula+sitasinya&u=a1aHR0cHM6L

Soekartawi. (2016). Agribisnis : teori dan aplikasinya (11th ed.). Rajawali Pers.

Suhesti, E. (2022). Peluang usaha agribisnis penangkaran bibit tebu tingkat kbd agribusiness opportunity for sugarcane breeding level of kbd. Prosiding Seminar Nasional Unars, 1, 281–287.

Sukirno, S. (2015). Mikro Ekonomi: Teori dan Pengantar. Rajawali Press.

Sumarno, J., Anasiru, R.H., Retnawati, E. (2020). Efisiensi Usahatani Tebu di Provinsi Gorontalo. J Penelit Tanam Ind, 26(11).

Suprapti, I., Darwanto, D.H., Mulyo, J.H., Waluyati, L. R. (2014). Efisiensi Produksi Petani Jagung Madura dalam Mempertahankan Keberadaan Jagung Lokal. Agriekonomika, 3, 11–20.

Suratiyah. (2006). Ilmu UsahaTani. Penebar Swadaya.

Additional Files

Published

2025-04-22

How to Cite

aji, Y. (2025). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI TEBU DI KECAMATAN GEDEG KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN FUNGSI COBB-DOUGLAS. Oryza : Jurnal Agribisnis Dan Pertanian Berkelanjutan, 8(2), 25–33. https://doi.org/10.56071/oryza.v8i2.1032