Collaborative Governance Dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) Di Kabupaten Bojonegoro

Authors

  • Alfita Devi Septiana Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Bojonegoro
  • Ahmad Suprastiyo Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Bojonegoro
  • Ida Swasanti Program Studi Administrasi Publik, FISIP, Universitas Bojonegoro

DOI:

https://doi.org/10.56071/jian.v5i1.384

Keywords:

Collaborative Governance, Pandemi, Corona Virus Disease (Covid-19)

Abstract

Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan, mencatat, analisis, dan menginterpretasikan kondisi yang terjadi atau ada. Informan dalam penelitian ini adalah 13 orang dari wilayah kecamatan Sumberrejo. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa : 1) Kondisi awal pembentukan tim Gugus Tugas bertujuan untuk meminimalisir jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19, 2) Pembentukan tim Satgas hanya tersusun oleh beberapa aktor yang memiliki keterikatan dengan pemerintah, 3) Kepemimpinan di kecamatan Sumberrejo memanfaatkan kewenangannya dengan cukup baik dalam memengaruhi masyarakat untuk menaati prokes, 4) Proses kolaboratif dari Tim Gugus Tugas belum bisa dikatakan sebagai kolaborasi pendekatan Hexa Helix, karena belum ditemukan keterlibatan dari para akademisi, media massa, NGO, business, serta masyarakat yang terdampak. Kerjasama yang dilakukan melalui pembentukan Tim Gugus Tugas belum dapat dikatakan optimal jika dinilai dari pendekatan Hexa Helix. Kolaborasi dapat dikatakan optimal jika terdapat keterlibatan dari pihak- pihak yang berpengaruh dalam permasalahan yang terjadi. Seperti keterlibatan akademisi yang akan menyumbangkan pemikirannya sebagai masukan dalam kebijakan, peran business dan NGO dalam kontribusi materiil dan moriil bagi masyarakat. Berikutnya, peran media massa serta masyarakat yang terdampak dalam memengaruhi masyarakat lainnya untuk menaati prokes.

References

Ansel, Crishdan Alison Gash. (2007). Collaborative Governance iin Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory. University of California, Barkley (543-571).

Arifin, Zainal. (2011). Penelitian Pendidikann Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Rosda Karya.

Darmadi, Hamid. (2014). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial (Teori Konsep Dasar dan Implementasi).Bandung: Alfabeta.

Dwiyanto, Agus, (2011). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif Dan Kolaboratif. Yogyakarta.Gajahmada University Press.

Suprastiyo, A. (2020). Quality Of Birth Certificate Management Services in the Department of Population and Civil Registration Bojonegoro District.

Sedarmayanti. (2009). Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri SIpil.

Wanna, John. (2008). Collaborative Governance: meanings, dimensions, drivers and outcomes, dalam O’Flynn, Jennie & Wanna, John. Collaborative Governance: a new era of public policy I Australia?. Canberra: Australian National University E Press.

Downloads

Published

2021-02-26

How to Cite

Devi Septiana, A., Suprastiyo, A., & Swasanti, I. (2021). Collaborative Governance Dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) Di Kabupaten Bojonegoro. JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara), 5(1), 8–15. https://doi.org/10.56071/jian.v5i1.384

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>