https://ojs.ejournalunigoro.com/DeTeksi/issue/feedJurnal Teknik Sipil2026-01-31T06:56:07+00:00Mrabawani Insan Rendra[email protected]Open Journal Systems<p>Jurnal De'Teksi ini diterbitkan berkala oleh Fakultas Teknik Sipil Universitas Bojonegoro sebagai media pengembangan ilmu khususnya dibidang Teknik Sipil.</p>https://ojs.ejournalunigoro.com/DeTeksi/article/view/1705Analisis Karakteristik Campuran Aspal Berbasis Batu Kasar Dengan Pengganti Kandungan Aspal Menggunakan Serbuk Ban Karet2026-01-29T23:58:09+00:00Yulis Widhiastuti[email protected]Alfia Nur Rahmawati Rahmawati[email protected]Andy Yanuar Putra Riyadi[email protected]Mohammad Irfan Alfanani[email protected]<p>Pertumbuhan infrastruktur yang pesat di Indonesia membutuhkan permukaan jalan berkualitas tinggi untuk<br />mendukung mobilitas dan ketahanan lalu lintas. Namun, banyak jalan mengalami kerusakan dini akibat beban<br />berlebihan dan faktor lingkungan. Salah satu alternatif yang telah dikembangkan adalah Stone Matrix Asphalt<br />(SMA), yang memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap deformasi. Untuk meningkatkan kinerjanya, penelitian<br />ini menggunakan bubuk ban bekas sebagai pengganti sebagian agregat kasar, sekaligus sebagai upaya pengelolaan<br />limbah yang ramah lingkungan. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa agregat dan aspal yang digunakan<br />memenuhi Spesifikasi Umum Konstruksi Jalan 2018. Uji Marshall pada campuran SMA dengan kandungan bubuk<br />ban 3%, 4%, dan 5% menghasilkan peningkatan stabilitas, kepadatan, dan ketahanan deformasi pada kandungan<br />optimal. Namun, kandungan bubuk ban yang terlalu tinggi mengurangi kinerja campuran akibat berkurangnya<br />ikatan antarpartikel agregat. Oleh karena itu, bubuk ban bekas dapat menjadi aditif efektif dalam campuran SMA<br />untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan sambil memanfaatkan limbah secara berkelanjutan.</p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Sipilhttps://ojs.ejournalunigoro.com/DeTeksi/article/view/1623Mechanistic Analysis of the Influence of Curing Processes on the Microstructural Development and Durability of Concrete in Hot and Semi-Arid Climates: A Synthetic Review2026-01-30T01:01:19+00:00Yohanes Rupidara[email protected]Remigildus Cornelis[email protected]<p><em>Hot and semi-arid climates present critical challenges to concrete performance due to rapid water evaporation and the interruption of cement hydration. Curing, as the post-casting phase, functions to maintain adequate temperature and moisture to ensure complete hydration. This paper presents a mechanistic synthesis of six major international studies analyzing the effect of curing on microstructural development and durability of concrete under hot and semi-arid environments. Findings show that curing effectiveness strongly depends on maintaining thermal and moisture stability within the first 3–7 days. Methods such as film curing, moist curing, and thermal–moisture insulation curing (TMIC) effectively reduce water loss by up to 40% and increase compressive strength by 20–35% compared to uncured specimens. Mechanistically, effective curing enhances the formation of dense Calcium Silicate Hydrate (C–S–H) gels, reduces porosity, and improves resistance to chloride ion penetration. The synthesis concludes that adaptive climate-based curing strategies are crucial for ensuring long-term durability of concrete infrastructures, especially in semi-arid regions like East Nusa Tenggara, Indonesia. </em></p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Sipilhttps://ojs.ejournalunigoro.com/DeTeksi/article/view/1387Implementasi Manajemen Risiko Pekerjaan Erection Girder Pada Proyek Jembatan Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo Sta 36+9072026-01-30T01:06:21+00:00Mohammad Fahri[email protected]Mohamad Harun[email protected]<p>Pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia terutama pada tol Yogyakarta- Solo berperan penting dalam<br />meningkatkan konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Dalam pembangunan jalan tol, terdapat<br />pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi yaitu pekerjaan erection girder, yang memiliki berbagai risiko<br />keselamatan, seperti jatuhnya girder, kegagalan alat angkat, dan kecelakaan kerja lainnya. Penelitian ini<br />bertujuan untuk melihat risiko yang terdapat pada pekerjaan erection girder baik yang terjadi maupun tidak<br />terjadi dan mengetahui sejauh mana implementasi manajemen risiko berperan dalam pekerjaan erection girder.<br />Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah<br />salah satu jenis metode penelitian yang menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat<br />berupa orang, lembaga, masyarakat dan lainnya. Pada dasarnya tujuan utama penelitian deskriptif adalah untuk<br />mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian<br />berlangsung. Dari hasil penelitian ini aktivitas pekerjaan yang mendominasi adalah pada level sangat tinggi dan<br />risiko sedang. Penerapan manajemen risiko dalam pekerjaan erection girder sangat efektif dikarenakan<br />kecelakaan kerja yang terjadi memiliki risiko sedang dan hanya mencapai 12% dari 100%. Hal ini menunjukkan<br />pentingnya terus menerapkan dan memperbarui strategi manajemen risiko untuk menjaga keselamatan dan<br />kesehatan kerja</p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Sipil