Analisis Efektivitas dan Efisiensi Jaringan Irigasi Terhadap Pola Tanam Di Daerah Irigasi Pejangkungan
DOI:
https://doi.org/10.56071/deteksi.v8i2.632Keywords:
Jaringan Irigasi, Efektivitas dan Efisiensi, Pola TanamAbstract
Sistem jaringan irigasi di Kabupaten Pasuruan, khususnya di Daerah Irigasi Pejangkungan, mengalami penurunan fungsi yang memerlukan pemeliharaan agar kembali berfungsi dengan baik. Keadaan saat ini menunjukkan kebocoran pada saluran irigasi akibat kerusakan bangunan air, serta pendangkalan akibat endapan sedimen, yang menghambat aliran air ke lahan pertanian dan menyebabkan rendahnya produksi panen. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis menunjukkan tingkat efektivitas pada pola tanam Padi-Padi-Padi dan efisiensi jaringan irigasi sebesar 75,29% dan 88,15%, yang di bawah standar minimum yang telah ditetapkan pada KP-03, 1986 yakni kurang dari 90%. Dari uraian masalah diatas, peneliti memberikan rekomendasi sebagai cara untuk mengatasi permasalahan yang sesuai dengan tingkat efektivitas dan efisiensi jaringan irigasi di Daerah Irigasi Pejangkungan tersebut dengan menggunakan metode pola tanam. Berdasarkan hasil analisa dan perbandingan jenis-jenis pola tanam di setiap musim tanam 1, 2 dan 3, tanaman padi memiliki tingkat efektivitas yang tinggi pada musim tanam 1, tanaman jagung pada musim tanam 2 dan kedelai pada musim tanam 3. Ini berarti peneliti merekomendasikan pola tanam Padi-Jagung-Kedelai dengan tingkat efektivitas yang tinggi dalam mengoptimalkan ketersediaan air dan kebutuhan air pertanian.
References
Atoillah, F., & Maulidiyah, A. (2021). Evaluasi Sistem Distribusi Air Bersih Di Pondok
Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Menggunakan Epanet 2.0. Jurnal
Konstruksi, 9(1), 26-36.
Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan. (2023). Peta
Skema Jaringan Irigasi. Pasuruan.
Dirjen Pengairan, Bina Program PSA 010. (1985). Kebutuhan Air Irigasi. Jakarta.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to Design and Evaluate Research
in Education. McGraw-Hill Education.
Umum, D. P. (1986). Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan Bagian Saluran (KP –
. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.
Maulidiyah, A. (2019). Studi Potensi Debit Run Off Das Kali Welang Menggunakan Metode
Simulasi Hujan-Limpasan Fj Mock. Jurnal Konstruksi, 7(1), 1-11.
Indonesia, R. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
No. 14/PRT/M/2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat. Jakarta
Indonesia, R. (2004). Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya
Air. Sekretariat Negara. Jakarta.
Sembiring, C. E. (2016). Analisis Debit Air Irigasi (Suplai Dan Kebutuhan) Di Sekampung
Sistem (Doctoral dissertation, Universitas Lampung).
Sudjana, A. (2020). Neraca Air: Konsep dan Aplikasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Air.
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 4(1), 34-41.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suwandi, T. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan.
Alfabeta.
Tampubolon, S. B., & Suprayogi, S. (2017). Analisis Kebutuhan Air Untuk Pertanian Di
Daerah Irigasi Karangploso Kabupaten Bantul. Jurnal Bumi Indonesia, 6(4).







