Analisa Kuat Lentur Pelat Lantai Dengan Menggunakan Wire Mesh Dan Bambu Sebagai Pengganti Tulangan Pelat
Analysis Of Flexible Strength On Floor Slabs Using Wire Mesh And Bamboo As Substitutes Of Reinforcing Plates
DOI:
https://doi.org/10.56071/deteksi.v7i1.400Keywords:
Kuat Lentur, Wiremesh, BambuAbstract
Dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua bagian utama dari bangunan, yaitu bagian struktur dan nonstruktur. Bagian nonstruktur adalah bagian bangunan yang tidak ikut memikul beban, yaitu meliputi dinding, plafond dan lain sebagainya. Semua bagian tersebut harus didesain sedemikian rupa agar tidak terjadi kegagalan bangunan. Demikian juga halnya dengan pelat lantai yang merupakan bagian struktur yang sangat penting. Pelat adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur. Masalah utama yang dihadapi dalam perencanaan pelat lantai adalah lendutan. Masalah ini dapat disebabkan antara lain karena penggunaan tulangan yang telah mengalami korosi, sehingga dapat mengurangi kekuatan beton bertulang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat lentur pelat dengan inovasi pemberian tulangan wiremesh dan bambu. Hasil pengujian kapasitas kuat lentur pelat lantai beton bertulangan baja (wire mesh) rata-rata sebesar 0,5262 ton.m dan pengujian kapasitas kuat lentur pelat lantai beton bertulangan bambu rata-rata sebesar 0,1678 ton.m.
References
American Standard Test Methods. 2000. D 143-94. Standard Test Methods for Small Clear Specimens of Timber. Annual Book of ASTM Standard.
Badan Standardisasi Nasional. 2000, SNI 03-2834-2000 Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional
Badan Standarisasi Nasional, 2011, Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan. (SNI 4431:2011), Jakarta
Shimp T, Sharma S. 1987. Consumer ethnocentrism: construction and validation of the CETSCALE. Journal of Research 24(3):280-289.
Siopongco dan Munandar. 1987. Teknologi Bambu Sebagai Bahan Bangunan. Institut Pengembangan dan Penelitian Produk Hutan (IPPPH), Jakarta. No.57







