Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Determination Of The Characteristics Of Porus Asphalt Using Correct Aggregate Of Parengan Tuban Shaped Stone With The Marshall Test Method
DOI:
https://doi.org/10.56071/deteksi.v7i2.392Keywords:
Aspal Porus, Karakteristik, Marshall, permeabilitasAbstract
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan oleh beberapa negara, tak terkecuali di Indonesia. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kinerja perkerasan campuran aspal porus menggunakan agregat kasar batu pecah Parengan dan dengan aspal penetrasi 60/70. Analisis kinerja fungsi kekuatan campuran aspal porus dilakukan dengan Marshall test dengan melihat hasil pengujian parameter seperti Stabilitas, VMA, VFB, VIM, kelelehan (flow) dan MQ (Marshall quotient). Untuk analisis resapan campuran aspal porus dilakukan dengan metode Falling Head Permeability (FHP), dimana air di dalam tabung jatuh bebas dengan ketinggian tertentu sampai melewati rongga pada campuran aspal berpori menggunakan rentang kadar aspal varisai rencana antara lain 4%, 5%, 6% dan 7%. Hasil penelitian didapatkan Stabilitas aspal porus dari empat variasi kadar aspal rata-rata yaitu 248,3 Kg. Untuk nilai rata-rata VIM pada empat variasi kadar aspal yaitu 10,78%. Nilai rata-rata flow pada empat variasi kadar aspal 1,31 mm. Untuk nilai rata-rata VMA pada empat variasi kadar aspal yaitu 19,33%. Nilai rata-rata VFB pada empat variasi kadar aspal yaitu 44,3 gr/cc. Dan nilai Marshall Quetient 237,43 Kg/mm. Hasil penelitian permeabilitas aspal porus pada empat variasi kadar aspal yaitu 0,366 cm/s.
References
AAPA, Australia Asphalt Pavement Association, (1997). Open Graded Asphalt Design Guide, Australia.
Australia Asphalt Pavement Association (AAPA), (2004). National Asphalt Specification.
Australian Asphalt pavement Association (AAPA). Road Engineering Association of Australian Joint with Jabatan Kerja Raya Malaysia
Diana. I W., Siswosoebrotho. B. I, Karsaman. R. B. (2009). Sifat-sifat Teknik dan permeabilitas pada aspal porus. Symposium III FSTPT, ISBN No. 979-96241-0-X.
Direktorat Jenderal Bina Marga, Spesifikasi Umum Bina Marga 2018
Djumari, S. D. (2009). Perencanaan Gradasi Aspal Porus Menggunakan Material Lokal dengan Metode Pemampatan Kering. Media Teknik Sipil. Vol XI. 9-14.
Hamirhan Saodang (2005). Perancangan Perkerasan Jalan Raya, Nova: Bandung.
Hardimana, (2008). Tinjauan Aspal Porus Dwilapis Permukaan Jalan yang Ramah dengan Lingkungan Perkotaan. ISBN. No 978-979. 140-145
Jauhari, S. N; (2013), Karakteristik Marshall test Pada Lapisan Perkerasan Aspal Berongga menggunakan Batu Karang dan Buton Natural Asphalt, Makasar : Sripsi Teknik Sipil Universitas Hasanudin.
Nurcahya,A. (2013), Analisis Kinerja Campuran Aspal Porus Menggunakan Aspal Pen 60/70 Dan Aspal Modifikasi Polimer Evaloy. Program Magister Sistem Teknik dan Jalan Raya Institut Teknologi Bandung
Sanusi, S. A (2008). Observasi Properties Porus Berbagai Gradasi dengan Material local. Media Teknik Sipil. 15-20.
Sofyan, M. S (2014), Karakteristik Campuran Aspal Porus Dengan Subtitusi Styrofoam Pada Aspal Penetrasi 60/70. Jurnal Teknik Sipil Vol 21
Standar Nasional Indonesia (SNI). 03-1737-1989, Tata Cara Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (LASTON) Untuk Jalan Raya Jakarta.
Standar Nasional Indonesia (SNI). 06-2489-1991, Metode Pengujian Campuran Aspal Dengan Alat Marshall. Jakarta.
Sukirman,S. (1999), Perkerasan Lentur Jalan Raya, Penerbit Nova: Bandung.
Sukirman,S. (2003), Beton Aspal Campuran Panas, Penerbit Granit: Jakarta
Takahashi, K.,1999. Body Temperature correlates with functional outcome and the lesion size of cerebral infarction. Acta Neurol Scan, Volume 100, pp. 385-390.
Tenriajeng, A.T., 2002. Seri Diktat Kuliah, Rekayasa Jalan Raya-2. Gunadarma. Jakarta. 207 hlm.







