Analisis Struktur Gedung Fakultas Sains Dan Teknik Dan Universitas Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.56071/de'teksi.v5i2.262Keywords:
struktur, beton, konstruksiAbstract
Pada setiap bangunan konstruksi gedung, semua komponen strukturnya harus memiliki kekuatan untuk menahan beban yang di pikulnya. Balok dan kolom merupakan komponen struktur yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Untuk itu kedua komponen tersebut harus di hitung dan di analisa berdasarkan kombinasi beban dan gaya terfaktor yang sesuai. Dalam penyusunan penelitian ini penulis meninjau pelat, balok dan kolom struktur gedung fakultas Teknik Universitas Bojonegoro terhadap tekanan yang sesuai dengan fungsinya. Analisa struktur pada gedung fakultas teknik ini menggunakan bantuan program sap 2000 V.14 yang mengacu pada persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan struktur lain ( SNI 2847-2013) , Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk bangunan gedung dan non gedung, serta peraturan pembebanan indonesia untuk bangunan Gedung (PPIUG 1983). Pada control tulangan struktur dapat di ketahui bahwa : Pada balok B1 (25/40) untuk Panjang 4 meter, perhitungan tulangan aman, Pada balok B1 (25/40) untuk Panjang 3 meter, perhitungan tulangan aman, Pada balok B1 (25/40) untuk Panjang 2 meter, perhitungan tulangan aman, Pada balok B1 (25/40) untuk Panjang 9/3 meter, perhitungan tulangan aman, Pada balok B1 (20/30) untuk Panjang 9/3 meter, perhitungan tulangan aman, Pada balok B3 (WF200) untuk Panjang 4 meter, penggunaan balok aman. Pada balok B3 (WF200) untuk Panjang 3 meter, penggunaan balok aman. Pada balok B4 (WF150) untuk Panjang 3 meter, penggunaan balok aman. Pada balok B4 (WF150) untuk Panjang 2 meter, penggunaan balok aman. Pada kolom lantai 1 (35x35), penggunaan tulangan aman. Pada kolom lantai 2 (35x35), penggunaan tulangan aman. Pada kolom lantai 2 (35x35), penggunaan tulangan aman. Plat mampu menerima beban.
References
Badan standarisasi nasional(2013), SNI 2847-2013 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung, Jakarta: ICS
Badan standarisasi nasional(2013). SNI 1727-2013 Beban Minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain . Jakarta: ICS
Badan standarisasi nasional(2013). SNI 1726-2013 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Jakarta: ICS
Sunggono, (1995), Buku teknik sipil, Bandung: Nova
Anonim, (1983), Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Bangunnan Gedung(PPIUG),1983, Bandung: Departemen pekerjaan Umum dan tenaga Listrik, Direktorat Jendral cipta karya
Sugito, (2007), Modul SAP2000 15.0, analisis 3D static dan dinamik
Nurlina, Siti, ( 2008), Struktur Beton, Bandung: Srikandi
Imam satyarno, Purbolaras Nawangalam, R Indra Pratomo (2012) Belajar SAP2000 Seri 1 edisi kedua. Jogjakarta
Imam satyarno, Purbolaras Nawangalam, R Indra Pratomo (2012) Belajar SAP2000 seri 2 analisis gempa. Jogjakarta







