Pengaruh Penambahan Sikament-NN Terhadap Kuat Tekan Beton yang Menggunakan Agregat Krueng Tiro
DOI:
https://doi.org/10.56071/deteksi.v10i1.1166Keywords:
Agregat alami, Kuat tekan, Sikament-NN, BetonAbstract
Pada konstruksi bangunan, beton merupakan bahan konstruksi utama. Selain semen, komposisi beton terdiri dari agregat kerikil dan pasir, air dan juga zat aditif apabila diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat mekanis beton yaitu kuat tekan beton yang menggunakan agregat dari Sungai Krueng Tiro dan juga Sikament-NN sebagai bagan tambah pada beton. Mix design direncanakan berdasarkan standar SNI 03-2832-2000. Benda uji kubus dengan ukuran 15 x 15 cm merupakan sampel yang digunakan pada penelitian ini. Benda uji tidak dilakukan perawatan perendaman. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah beton berumur 7 hari dan 28 hari. Total benda uji untuk semua variasi adalah 24 kubus, dengan jumlah 3 benda uji untuk setiap variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton campuran normal memiliki kekuatan tekan rata-rata sebesar 214,73 kg/cm² pada saat umur beton 7 hari dan 284,85 kg/cm² pada saat umur beton 28 hari, sesuai dengan kekuatan tekan yang direncanakan. Hasil penelitian didapatkan untuk beton dengan penambahan Sikament-NN 0,5%, kekuatan tekan pada umur 7 hari adalah 48,50 kg/cm² dan pada umur 28 hari adalah 56,40 kg/cm². Pada penambahan Sikament-NN 1,1%, kekuatan tekan beton pada umur 7 hari mencapai 83,36 kg/cm², sedangkan pada umur 28 hari adalah 41,83 kg/cm². Untuk penambahan Sikament-NN 1,8%, kekuatan tekan beton pada umur 7 hari adalah 13,24 kg/cm² dan pada umur 28 hari adalah 46,8 kg/cm².Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penambahan aditif Sikament-NN dalam campuran beton yang menggunakan agregat alami Krueng Tiro secara umum menurunkan kuat tekan beton. Dari variasi persentase Sikament-NN, kadar optimum pada 1,1% sikament NN
References
Aishwarya, R., & Rachel, P. (2023). Materials Today : Proceedings Comparative study on optimum moisture content and maximum dry density of sandy clay soil with basalt reinforced sandy clay soil. Materials Today: Proceedings, 77, 557–562. https://doi.org/10.1016/j.matpr.2023.01.211
Amiruddin, Ibrahim, & Sulianti, I. (2014). Pengaruh Perubahan Ukuran Maksimum Agregat Kasar Terhadap Jumlah Semen Untuk Pembuatan Beton SCC Dengan Bahan Tambah SP430 dan RP260. PILAR Jurnal Teknik Sipil, 10(2), 147–153.
Arian, S., Roestaman, R., & Permana, S. (2021). Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Kerikil Alami Terhadap Mutu Beton. Jurnal Konstruksi, 19(1). https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.19-1.896
Badan Standarisasi Indonesia. (2013). SNI 2847-2013 (Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Badan Standardisasi Nasional).
Kurniawati, A., & Sofianto, M. F. (2019). Pengaruh Variasi Water Binder Ratio (0,20-0,32) terhadap Sifat Segar, Berat Volume, Porositas, dan Kuat Tekan pada Beton High Volume Fly Ash Metode Self Compacting Concrete. Ejournal UNESA Rekayasa Teknik Sipil, Vol 1 No 4 (2019).
Nana Patria, A. S., & Haikal, F. (2022). Pengaruh Kadar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Admixture High Range Water Reducer. Jurnal Teknik Sipil, 15(2). https://doi.org/10.56444/jts.v15i2.210
Niu, F., Liu, Y., Xue, F., Sun, H., Liu, T., & He, H. (2025). Case Studies in Construction Materials Ultra-high performance concrete : A review of its material properties and usage in shield tunnel segment. Case Studies in Construction Materials, 22(January), e04194. https://doi.org/10.1016/j.cscm.2024.e04194
Pratiwi, N. A., Lakawa, I., Sulaiman, S., & Hujiyanto, H. (2022). Testing the Compressive Strength of Concrete with the Addition of Coconut Shell Waste. Sultra Civil Engineering Journal, 3(2). https://doi.org/10.54297/sciej.v3i2.350
Pressmair, N., Hammerl, M., Reichenbach, S., & Kromoser, B. (2025). Evolution of material-efficient concrete girders : Conceptual design informed by topology optimisation and experimental testing regime. Engineering Structures, 326(August 2024), 119535. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2024.119535
Rulian, N. F., & Saelan, P. (2021). Kajian Batasan Nilai Faktor Air Semen pada Campuran Beton di Lingkungan Korosif. RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil, 6(2). https://doi.org/10.26760/rekaracana.v6i2.123
Shi, S., Kong, X., Fan, J., Peng, Y., & Fang, Q. (2024). A comprehensive comparison of hydro-elastoplastic-damage and cap- elastoplastic-damage material models for concrete subjected to impact and blast loadings. Defence Technology, xxxx. https://doi.org/10.1016/j.dt.2024.12.014
Sun, Z., Lin, X., & Vollpracht, A. (2018). Pervious concrete made of alkali activated slag and geopolymers. Construction and Building Materials, 189, 797–803. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2018.09.067
Zhang, C., Wang, J., Zhang, X., Hou, J., Huang, J., Feng, S., Wang, J., & Duan, G. (2024). Influence of limestone powder on water film thickness and plastic viscosity of UHPC. Case Studies in Construction Materials, 20(March), e03036. https://doi.org/10.1016/j.cscm.2024.e03036
Zhang, W., Zhao, M., Yang, Z., Guo, R., Wang, X. Y., & Lin, R. S. (2024). Properties of red sandstone-limestone-cement ternary composites: Hydration mechanism, microstructure, and high-temperature damage. Developments in the Built Environment, 17(October 2023), 100346. https://doi.org/10.1016/j.dibe.2024.100346







