Analisis Kerusakan dan Program Pemeliharaan Jalan Kabupaten di Flores Timur Berbasis Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS)
DOI:
https://doi.org/10.56071/deteksi.v10i1.1157Keywords:
Kerusakan Jalan, Perbaikan Jalan, PKRMSAbstract
Berdasarkan pada data pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur pada tahun 2022 yang tertuang pada dalam Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Flores Timur Tahun 2023-2026, tercatat bahwa sejauh 445,519 km kondisi jalan termasuk kategori baik, kemudian sejauh 58,54 km pada kondisi kategori sedang, selanjutnya sejauh 43,728 km termasuk pada kategori rusak ringan dan ruas jalan paling panjang termasuk rusak berat yaitu 170,393 km. Tingginya angka kerusakan jalan berat menuntut perhatian kedepannya dalam perbaikan dan preservasi yang tersistem dengan akurasi yang baik dengan tetap memperhatikan unsur efisiensi sehingga kinerja jalan secara maksimal memenuhi memenuhi fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kondisi kerusakan jalan, preservasi yang diperlukan dan pertimbangan prioritas serta penganggarannya. Kajian dilakukan pada beberapa kasus ruas jalan di Kabupaten Flores Timur, yaitu Oka-Watowiti, Witihama-Waiwuring, Harubala-Pakaone-Lamalaka, Baowutun-Nihaona, Sp. Lewograran-Lebao-Liwo, Dalam Kota Waiwerang. Analisis awal melalui pendekatan metode Surface Distress Index (SDI) dan International Roughness Index (IRI) untuk mendapatkan analisis hasil kerusakan, kemudian analisis lanjutan memanfaatkan aplikasi program bantu Provincial / Kabupaten Road Management System (PKRMS) untuk mendapatkan penanganan dan penganggaran yang diperlukan. Hasil analisis pada enam ruas jalan yang ditinjau menunjukkan 54% jalan pada kondisi baik, 11% pada kondisi sedang, 3% kondisi rusak ringan dan sebesar 32% adalah rusak berat. Ruas jalan Oka-Watowiti memerlukan prioritas utama dalam hal penanganan kondisi jalan. Sebesar 68% kondisi jalan adalah mantap, dengan sisa 32% adalah tidak mantap. Total anggaran yang diperlukan untuk preservasi enam ruas jalan yang ditinjau sebesar Rp. 33.537.287.245. Sesuai hasil ini diharapkan memudahkan perencanaan penganggaran daerah yang terbatas dalam penanganan jalan
References
Anonim (2016). Keputusan Bupati no. 266 tahun 2016. SK Jalan Kabupaten Flores Timur No 266 Thn 2016.
Anonim (2020) Modul 3 Pengaplikasian PKRMS. Direktorat Jendral Bina Marga.
Anonim (2020) Modul Pengantar Manajemet Aset Jalan. Modul 1 Pengantar Manajemen Aset Jalan. Direktorat Jendral Bina Marga.
Anonim (2020). Modul Survei Pengumpulan Data PKRMS. Modul 2 Survei Pengumpulan Data Untuk PKRMS. Direktorat Jendral Bina Marga.
Anonim (2022). Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. Pemerintah Indonesia, 134229, 77.
Anonim (2016). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 33/PRT/M/2016 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur.
Nijman, V., Chavez, J., Simons, D., Siriwat, P., Ayu, R., & Svensson, M. S. (2025). Quantifying illegal rosewood trade , seizures and forestry law enforcement in Indonesia. 176(January).
Persoon, G. A. (2015). Undoing ‘ marginality ’: The islands of the Mahakam Delta , East Kalimantan ( Indonesia ). Journal of Marine and Island Cultures, 3(2), 43–53. https://doi.org/10.1016/j.imic.2014.11.002
Rizaldi, A. (2015). Control Environment Analysis at Government Internal Control System : Indonesia Case. 211(September), 844–850. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.111
Rustiadi, E., Emma, A., Emma, P., Setiawan, Y., Pratika, S., Ardy, M., Okta, D., Didit, P., & Tsutsumida, N. (2021). Impact of continuous Jakarta megacity urban expansion on the formation of the Jakarta-Bandung conurbation over the rice farm regions. Cities, 111, 103000. https://doi.org/10.1016/j.cities.2020.103000
Samodra, H., Permanadewi, S., Irzon, R., Yunianto, B., Ansori, C., Muhammad, G., Junursyah, L., Yan, E., & Maryanto, S. (2024). International Journal of Geoheritage and Parks The geodiversity site of Sentono Gentong in Pacitan , Indonesia : Geological characteristics and quantitative assessment. International Journal of Geoheritage and Parks, 12(2), 196–208. https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2024.02.004
Timor, W. (2012). International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation Tropical forest monitoring , combining satellite and social data , to inform management and livelihood implications : Case studies from Indonesian. International Journal of Applied Earth Observations and Geoinformation, 16, 77–84. https://doi.org/10.1016/j.jag.2011.12.004
Wardani, J., Annette, J. J., Ramirez-lovering, D., & Capon, A. G. (2025). From complexity to integration : Insights for process design from an empirical case study of transdisciplinary planetary health collaboration in Indonesia. Earth System Governance, 23(April 2024), 100233. https://doi.org/10.1016/j.esg.2024.100233







