Overview Metode Fitoremediasi dalam Pengelolaan Tanah Tercemar Merkuri (Hg) pada Lahan Bekas Tambang

Authors

  • Emil Leka UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA

DOI:

https://doi.org/10.56071/chemviro.v2i1.820

Keywords:

phytoremediation, mercury, plants.

Abstract

Abstrak : Polusi merkuri tanah telah menjadi masalah lingkungan global. Ini terjadi di lokasi penambangan merkuri, pabrik industri klorin, dan peleburan emas artisanal, antara lain, dan menyebabkan banyak lokasi Terkena polusi merkuri. fitoremediasi" berarti penggunaan tanaman dan mikroba tanah yang terkait untuk mengurangi jumlah kontaminan atau efek racunnya Ini mencakup berbagai metode, tetapi phytoextraction—yang pertama kali dianggap sebagai metode fitoremediasi yang paling menguntungkan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Menentukan apakah metode fitoremediasi mengurangi konsentrasi merkuri (Hg) pada tanah yang tercemar merkuri (Hg), dan 2. Menentukan seberapa efektif tanaman dalam menyerap merkuri (Hg) dari tanah yang tercemar merkuri (Hg), metode Penelitian ini berdasarkan literatur review baik jurnal nasional maupun internasional, Berdasarkan ulasan literatur, dapat disimpulkan bahwa tanaman membantu penyerapan kandungan logam merkuri (Hg) dalam tanah secara signifikan dan efektif. Beberapa tanaman dapat bertahan dalam tanah yang tercemar logam berat, dan tanaman tersebut dapat digunakan dengan mudah pada tanah yang tercemar merkuri (Hg).

Kata kunci: fitoremediasi, merkuri, tanaman.

References

Arthur, E.L., Rice, P.J., Rice, P.J., Anderson, T.A., Baladi, S.M., Henderson, K.L., Coats, J.R., 2005. Phytoremediationdan overview. Crit. Rev. Plant Sci. 24, 109e122.
Baker, A.J.M., Brooks, R.R., 1989. Terrestrial higher plants which hyperaccumulate metallic elements. A review of their distribution, ecology and phytochemistry. Biorecovery 1, 81e126.
Bauddh, K., Singh, K., Singh, B., Singh, R.P., 2015. Ricinus communis: a robust plant for bio-energy and phytoremediation of toxic metals from contaminated soil. Ecol. Eng. 84, 640e652.
Borolla S. M, Mariwy, A, Manuhutu J.B (2019), Fitoremediasi Tanah Tercemar Logam Berat Merkuri (Hg) Menggunakan Tumbuhan Kersen (Muntingia Calabua l) Dengan Sistem Reactor. MJoCE/Vol 9 No 2 /Hal. 78.
Chaney, R.L., 1983. Plant uptake of inorganic waste constituents. In: Parr, J.F., Marsh, P.B., Kla, J.M. (Eds.), Land Treatment of Hazardous Waste. Noyes Data Corporation, Parkridge, USA, pp. 50e76.
Chussetijowati, J., Tjahaya, P. I., dan Sukmabuana, P., (2012). Fitoremediasi Radionuklida 134Cs dalam Tanah Menggunakan Tanaman Bayam (Amaranthus sp). Hasil Seminar Nasional ke – 16 Teknologi dan Kesehatan PLTN serta Fasilitas Nuklir. Hal: 282 – 289.
Cunningham, S.D., Berti, W.R., 1993. Remediation of contaminated soils with green plants: an overview. Vitro Cell. Dev. Biol. Plant 29, 207e212
Dago, A -.,Gonz-alez, I., Arin~o, C., Martínezcoronado, A., Higueras, P., Díazcruz, JM, Esteban, M., 2014. Evaluasi stres merkuri pada tanaman dari Almade - N kabupaten pertambangan dengan analisis phytochelatins dan kompleks Hg mereka. Mengepung. Sains. Technol. 48, 6256e6263.
Driscoll, C.T., Mason, R.P., Chan, H.M., Jacob, D.J., Pirrone, N., 2013. Mercury as a global pollutant: sources, pathways, and effects. Environ. Sci. Technol. 47, 4967e4983.
Garbisu, C., Alkorta, I., 2001. Phytoextraction: teknologi berbasis tanaman yang hemat biaya teknologi untuk menghilangkan logam dari lingkungan. Bioresour. Technol. 77, 229e 236.
Hamzah, F., Pancawaty, Y. (2013). Fitoremediasi Logam Berat dengan Menggunakan Mangrove. Jurnal Ilmu Kelautan ISSN: 0853-7291., Vol. 18(4)., Hal: 203-212.
Hardiani, H., Kardiansyah, T., dan Sugesty, S., (2011) “Bioremediasi Logam Timbal (Pb) dalam Tanah Terkontaminasi Limbah Sludge Industri Kertas Proses Deinking”. Jurnal Selulosa Hal: 32-41.
Irsyad., Rismawaty, M. S., dan Musafira. (2014). Translokasi Merkuri pada Daun Tanaman Bayam Duri (Amaranthus spinosus L) dari Tanah Tercemar. Online Journal of Natural Science. Vol. 3(1)., Hal: 8- 17.
Juhaeti, T., Syarif, F., dan Hidayati, N., (2005). Inventarisasi Tanaman Potensial untuk Fitoremediasi Lahan dan Air Terdegradasi Penambangan Emas. Jurnal Biodiversitas ISSN: 1412-133X., Vol. 6(1). Hal: 31-33.
Juhria, A. M., (2016). Fitoremediasi Logam Berat Merkuri (Hg) pada Tanah dengan Tanaman Celosia plumose (Voss) Burv. Jurnal Biologi Makassar., Vol.1(1). Hal: 1-8.
Kilikily, D., Mariwy, A., & Sunarti, S. (2020). STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT MERKURI (Hg) OLEH TANAMAN TREMBESI (Samanea saman). Science Map Journal, 2(2), 85-89.
Mariwy. A, Dulanlebit Y.H.D, Yulianti. F (2020), Studi Akumulasi Logam Berat Merkuri Menggunakan Tanaman Awar-Awar (Ficus Septica Burm F). Indo. J. Chem. Res 7(2) 159-169.
Marrugo-Negrete, J., Marrugo-Madrid, S., Pinedo-Hernandez, J., DurangoHernandez, J., Diez, S., 2016. Screening of native plant species for phytoremediation potential at a Hg-contaminated mining site. Sci. Total Environ. 542, 809e816.
Moenir, Misbachul (2010) Kajian Fitoremediasi Sebagai Alternatif Pemulihan Tanah Tercemar Logam Berat. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan dsn Pencemaran Industri.
Moreno-Jime- nez, E., Gamarra, R., Carpena-Ruiz, R., Mill- an, R., Pena ~alosa, J., Esteban, E., 2006. Bioakumulasi merkuri dan fitotoksisitas pada dua spesies tumbuhan liar Almade - n luas. Kemosfer 63, 1969e1973.
Samar, Y. S., Mariwy, A., & Manuhutu, J. B. (2019). Fitoremediasi merkuri (Hg) menggunakan tanaman kacang Kalopo (Calopogonium mucunoides). Science Map Journal, 1(2), 93-98.
Soemirat, J. (2003). Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Padmavathiamma, P.K., Li, L.Y., 2007. Phytoremediation technology: hyperaccumulation metals in plants. Water, Air, Soil Pollut. 184, 105e126.
U.S EPA., (2007). Treatmen Technologies for Mercury in Soil, Waste, and Water. Office of Superfund Remediation and Technology Inovation, Washington DC. 20460.

Downloads

Published

2024-02-05